Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Suasana malam di Jalan Raya Gelam, Kecamatan Candi, Sidoarjo, berubah mencekam setelah sekelompok pemuda yang berkonvoi menggunakan belasan sepeda motor diduga menyerang seorang pengendara, Minggu (06/09/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Peristiwa tersebut sontak memicu kepanikan warga dan pengguna jalan. Pasalnya, kelompok pemuda yang melintas dari arah Sidoarjo menuju selatan itu diduga membawa sejumlah senjata tajam (sajam).
Warga yang mengetahui adanya penyerangan kemudian berusaha mengejar kelompok tersebut. Aksi pengejaran berlangsung hingga sekitar satu kilometer sebelum dua pemuda berhasil diamankan.
Sementara itu, anggota kelompok lainnya berhasil melarikan diri dengan memacu kendaraannya ke arah Tanggulangin.
Warga setempat, Abdul Rohman, mengatakan jumlah pemuda yang berkonvoi diperkirakan lebih dari 10 sepeda motor. Mereka melintas secara beriringan dan diduga membawa senjata tajam.
“Banyak, sekitar 10 motor lebih. Konvoi, sama bawa sajam begitu,” ujar Rohman, Senin (07/09/2026).
Menurut Rohman, sesampainya di sekitar SPBU Gelam, kelompok tersebut diduga melakukan penyerangan terhadap seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas di lokasi.
Korban yang diketahui merupakan warga Kecamatan Candi mengalami luka akibat penyerangan tersebut. Pengendara lain yang mengetahui kejadian kemudian berupaya mengejar para pelaku.
Pengejaran akhirnya membuahkan hasil. Dua pemuda berhasil ditangkap warga, sedangkan anggota kelompok lainnya melarikan diri ke arah Tanggulangin.
“Temannya dua orang itu kabur semua ke arah Tanggulangin,” kata Rohman.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dua pemuda yang diamankan warga juga mengalami luka dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit setelah sempat menjadi sasaran amukan massa.
Kanit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu M Rofik, membenarkan adanya dua pemuda yang diamankan dalam kejadian tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman dan penanganan awal dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.
“Yang mendalami masih dari polsek, nunggu perawatannya selesai,” kata Rofik.
Rofik menambahkan, kedua pemuda tersebut belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di RS Delta Surya. Polisi akan melakukan pemeriksaan setelah kondisi keduanya memungkinkan.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu senjata tajam serta beberapa kaos dan jaket yang memiliki lambang identitas kelompok dan diduga berkaitan dengan para pemuda tersebut.
Penyidik selanjutnya masih mendalami dugaan keterlibatan kedua pemuda dalam aksi penyerangan terhadap pengendara motor. Polisi juga terus berupaya mengidentifikasi anggota kelompok lainnya yang melarikan diri.
“Dua pemuda yang diamankan masih dalam perawatan. Setelah kondisinya membaik, akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (rif)
















