Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Jumlah santri Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, yang mendapatkan penanganan medis akibat dugaan keracunan massal terus bertambah. Berdasarkan pembaruan data hingga Selasa (01/09/2026) pukul 23.15 WIB, total sebanyak 431 pasien telah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.
Peristiwa ini sebelumnya dilaporkan terjadi setelah ratusan santri mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan dan harus dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan.
Camat Tanggulangin Arie Prabowo, S.STP., M.PSDM mengatakan, pemerintah kecamatan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan para santri yang membutuhkan pertolongan medis. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Data terus kami lakukan pembaruan karena penanganan pasien tersebar di sejumlah rumah sakit. Yang paling utama saat ini adalah memastikan seluruh santri yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis dengan baik dan cepat,” ujar Camat yang akrab disapa Kotrix.
Berdasarkan data terbaru, RSUD RT Notopuro menjadi rumah sakit dengan jumlah pasien terbanyak, yakni mencapai 300 pasien. Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 pasien telah keluar rumah sakit (KRS), sementara 183 pasien masih dalam tahap observasi. Kondisi rumah sakit tersebut sempat menjadi salah satu pusat penanganan utama akibat banyaknya santri yang membutuhkan pertolongan medis.
Sementara itu, di RS Delta Surya tercatat sebanyak 16 pasien, dengan rincian 15 pasien masih menjalani perawatan dan 1 pasien telah keluar rumah sakit. Kemudian di RSI Siti Hajar terdapat 62 pasien, terdiri dari 20 pasien menjalani perawatan, 31 pasien telah keluar, serta 11 pasien masih dalam observasi.
Penanganan juga dilakukan di sejumlah rumah sakit lainnya. RS Pusura menangani 13 pasien yang seluruhnya dalam observasi, sedangkan RSU Aisyiyah St Fatimah menangani 30 pasien, dengan rincian 4 pasien menjalani perawatan, 17 pasien telah keluar rumah sakit, dan 9 pasien dalam observasi.
Selain itu, RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong tercatat menangani 8 pasien yang masih menjalani perawatan. Sedangkan RS Arafah Anwar Medika dan RS Anwar Medika masing-masing menangani 1 pasien yang masih dalam tahap observasi. Secara keseluruhan, dari total 431 pasien, sebanyak 47 pasien masih menjalani rawat inap (MRS), 166 pasien telah keluar rumah sakit (KRS), dan 218 pasien masih dalam observasi.
Arie Prabowo menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi para santri serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, pihak pesantren, tenaga kesehatan, dan seluruh instansi terkait. Ia berharap seluruh pasien yang saat ini masih mendapatkan perawatan maupun observasi segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti semula.
“Kami terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi para santri. Semoga seluruh pasien yang masih menjalani perawatan maupun observasi segera pulih dan bisa kembali ke pesantren dalam kondisi sehat,” pungkasnya. (rif)
















