Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Tanjungsari tak menyurutkan semangat warga Dusun Tanjung Anom untuk memadati lokasi pagelaran wayang kulit dalam rangka Ruwat Dusun, Minggu (15/02/2026) malam. Meski diguyur hujan sejak sore, ratusan warga tetap bertahan demi menyaksikan puncak rangkaian tradisi tahunan tersebut.
Kegiatan yang digelar di Dusun Tanjung Anom, Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo itu menjadi momentum kebersamaan warga. Tampak hadir Sekretaris Desa Tanjungsari Yusron, Kepala Dusun Tanjung Anom M. Erwin Dasa Yuafi, S.Pd, Bhabinkamtibmas Desa Tanjungsari Aipda Dwi Priyo, SH, BPD, LPMD, TP PKK, para Ketua RW dan RT se-Dusun Tanjung Anom, Karang Taruna, Linmas, serta ratusan masyarakat yang antusias mengikuti acara hingga larut malam.
Meski hujan sempat mengguyur cukup deras, suasana tetap khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Warga rela berpayung dan berteduh di sekitar lokasi demi menikmati jalannya pagelaran wayang kulit bertajuk “Putra Laras” yang menghadirkan dalang Ki Slamet Dharmawan dari Watugolong, Krian.
Ketua Panitia Ruwat Dusun Tanjung Anom, Arie Prasetyo, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan, baik tenaga maupun materi. Ia juga mengapresiasi peran Ketua RT se-Dusun Tanjung Anom, Karang Taruna, serta ibu-ibu PKK yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan panjenengan semua. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan masih banyak kekurangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Tanjung Anom M. Erwin Dasa Yuafi, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan telah merepotkan masyarakat. “Sebagai kepala dusun, saya meminta maaf kepada panjenengan semua. Semoga apa yang sudah diberikan dicatat sebagai amal oleh Allah SWT,” tuturnya.
Erwin juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga yang luar biasa, baik diminta maupun tidak tetap turut membantu. Ia berharap hujan yang turun menjadi pertanda doa agar Dusun Tanjung Anom senantiasa tentram, rukun, dan gemah ripah loh jinawi di Ijabah oleh Allah SWT. “Kegiatan ini bukan karena saya atau perangkat dusun, melainkan berkat kontribusi para RT, RW, dan dukungan Karang Taruna yang telah bekerja keras,” pungkasnya.
Di sela hiburan campursari, Erwin yang juga mantan Ketua PAC GP Ansor Taman mengungkapkan bahwa Ruwat Dusun Tanjung Anom baru kembali digelar setelah lama vakum sejak pandemi Covid-19. Ia menyebut, sebelumnya kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini, rangkaian acara kembali dihidupkan dengan kirab gunungan, doa bersama, dan puncaknya pagelaran wayang kulit.
Adapun lakon yang dibawakan Ki Slamet Dharmawan adalah “Brontoseno Babat Alas Wonomarto”, kisah perjuangan Bima atau Brontoseno dalam membuka hutan angker Wonomarto menjadi kerajaan baru bagi Pandawa. Cerita tersebut sarat makna tentang perjuangan, keteguhan hati, serta kerja keras membangun masa depan yang lebih baik—selaras dengan harapan warga agar Dusun Tanjung Anom semakin maju dan harmonis. (rif)
















