HUTRI
Pemerintah

Cegah Banjir, Subandi Tegas Minta Jembatan Cor Penghambat Normalisasi Sungai Gedangan-Betro Dibongkar

4
×

Cegah Banjir, Subandi Tegas Minta Jembatan Cor Penghambat Normalisasi Sungai Gedangan-Betro Dibongkar

Sebarkan artikel ini
Img 20261012 Wa0113
Bupati Sidoarjo H. Subandi (Kanan) saat sidak proyek betonisasi Jalan Gedangan-Betro, Sidoarjo, Senin (12/10/2026). Subandi meminta seluruh jembatan cor sepanjang ruas jalan tersebut dibongkar karena dinilai menghambat proses normalisasi sungai.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Upaya mengantisipasi banjir di wilayah Gedangan-Betro menjadi perhatian serius Bupati Sidoarjo Subandi. Ia meminta seluruh jembatan cor yang melintasi sungai dan digunakan sebagai akses menuju warung makan maupun warung kopi (warkop) di sepanjang ruas jalan tersebut dibongkar karena dinilai menghambat proses normalisasi sungai.

Permintaan itu disampaikan Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek betonisasi Jalan Gedangan-Betro, Sidoarjo, Senin (12/10/2026) siang. Dalam sidak tersebut, ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp 13,9 miliar harus berjalan seiring dengan penataan saluran air guna meminimalkan risiko banjir.

Breaking News

Menurut Subandi, keberadaan jembatan cor yang dibangun secara mandiri untuk kepentingan akses usaha berpotensi menghalangi masuknya alat berat ke sungai. Padahal, normalisasi menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat. Karena itu, seluruh pekerjaan harus mengikuti perencanaan yang telah disepakati bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Kalau masih ada jembatan-jembatan seperti ini, nanti normalisasi tidak bisa berjalan. Kita ingin jalan bagus, normalisasi sungai juga jalan,” tegas Subandi saat sidak.

Ia meminta pengawas dan pelaksana proyek segera menertibkan jembatan-jembatan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Meski demikian, Subandi menyebut akses masyarakat menuju warung tetap dapat diakomodasi melalui solusi sementara yang tidak mengharuskan pembangunan jembatan cor permanen di atas sungai.

“Kalau nanti alat berat digunakan untuk normalisasi, jembatan seperti ini bisa menghalangi. Masyarakat juga harus memahami. Jangan sampai ketika banjir, bupati yang dikejar-kejar, tetapi saat ada pembangunan justru tidak mendukung,” ujarnya.

Selain menyoroti persoalan jembatan, Subandi juga meminta kontraktor mempercepat pengerjaan betonisasi Jalan Gedangan-Betro. Berdasarkan hasil sidak, progres pekerjaan masih mengalami deviasi atau ketertinggalan sekitar 9 persen, mendekati 10 persen dari target yang telah ditetapkan. Ia meminta kendala teknis di lapangan segera ditangani agar keterlambatan tidak semakin melebar.

Sejumlah kendala yang menjadi perhatian di antaranya pemindahan kabel optik, jaringan listrik, serta lampu yang mengganggu pelaksanaan pekerjaan. Menurut Subandi, koordinasi dengan pihak terkait harus segera dituntaskan agar pengerjaan berjalan optimal dan target penyelesaian proyek tidak meleset.

Ia juga meminta perkembangan proyek dilaporkan setiap minggu melalui aplikasi E-Kenda (Elektronik Kendali Daerah). Dengan sistem tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat memantau perkembangan pekerjaan secara berkala sekaligus mengidentifikasi kendala yang membutuhkan penanganan segera.

“Kita pantau terus setiap minggu. Kalau ada keterlambatan, harus dirapatkan dan dicari solusinya. Jangan sampai pekerjaan molor dari jadwal yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan saat sidak, progres fisik proyek betonisasi tersebut telah mencapai sekitar 33 hingga 34 persen. Subandi menegaskan, kontraktor yang tidak memenuhi ketentuan dan target pekerjaan akan diberikan surat teguran secara bertahap. Apabila tidak ada perbaikan, Pemkab Sidoarjo akan mengevaluasi kelayakan kontraktor untuk mengerjakan proyek pemerintah berikutnya.

Proyek betonisasi Jalan Gedangan-Betro memiliki panjang sekitar 947 meter. Jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar enam meter itu diperlebar menjadi sembilan meter guna meningkatkan kapasitas jalan dan kenyamanan pengguna. Namun, pelebaran tersebut berdampak pada sebagian badan sungai di sisi jalan yang harus dipersempit untuk memberikan ruang tambahan bagi badan jalan.

Pantauan awak media GELORAJATIM.COM di lokasi, Senin (12/10/2026), menunjukkan alat berat jenis ekskavator masih beroperasi untuk mengerjakan penataan tepi sungai yang terdampak pelebaran jalan. Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Sidoarjo tersebut dikerjakan PT Bahtera Energi Struktur dengan nilai kontrak Rp 13,9 miliar.

Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh pekerjaan betonisasi Jalan Gedangan-Betro rampung pada 15 Desember 2026. Pemerintah daerah berharap peningkatan kualitas jalan dapat berjalan beriringan dengan penataan sungai sehingga manfaat pembangunan bisa dirasakan masyarakat tanpa mengabaikan upaya pencegahan banjir. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578