Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Aksi pencurian fasilitas umum kembali meresahkan warga Kabupaten Sidoarjo. Kali ini, sejumlah besi penutup got di sepanjang Jalan Frontage Road (FR) Raya Gedangan dilaporkan hilang, menyisakan lubang menganga yang membahayakan para pengguna jalan, terutama saat malam hari.
Berdasarkan pantauan awak media GELORAJATIM.COM, Selasa (07/04/2026) Pagi, beberapa titik di ruas jalan sebelum gapura Perumahan Puri Surya Jaya (PSJ) tampak berlubang akibat penutup got yang raib. Tak hanya itu, kondisi baut di sekitar penutup juga mengalami kerusakan, diduga akibat dibuka paksa oleh pelaku pencurian.
Kondisi tersebut langsung memicu kekhawatiran para pengguna jalan. Suhadi, salah satu pengendara yang setiap hari melintas di jalur tersebut, mengaku terkejut saat mengetahui besi penutup got sudah tidak berada di tempatnya.
“Pas saya lewat, saya lihat besinya sudah tidak ada. Kapan hilangnya saya tidak tahu,” ujarnya.
Ia menambahkan, lubang yang cukup besar tersebut sangat berbahaya, terlebih saat malam hari ketika penerangan jalan umum (PJU) di lokasi dalam kondisi padam.
“Lubangnya agak besar, ditakutkan kalau malam hari itu tidak kelihatan. Ditakutkan pengendara terperosok,” imbuhnya.
Suhadi berharap pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi tersebut, mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur yang cukup padat dilalui masyarakat setiap hari.
Dari informasi yang dihimpun, penutup got yang hilang berukuran sekitar 60×60 sentimeter dengan berat mencapai 80 hingga 100 kilogram. Meski demikian, tidak semua penutup hilang, karena masih terdapat beberapa titik yang kondisinya utuh.
Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, lubang terbuka tersebut juga dikhawatirkan dapat memicu penyumbatan saluran air akibat masuknya sampah ke dalam got.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Makhmud, membenarkan adanya dugaan pencurian besi penutup got tersebut.
“Iya, diduga banyak yang diambil orang,” ujar Muhammad Makhmud saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera melakukan pembahasan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Akan kami rapatkan dengan OPD terkait,” jelasnya.
Terkait kemungkinan pelaporan kepada pihak kepolisian guna memberikan efek jera kepada pelaku, Makhmud menyebut hal tersebut juga akan menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut.
“Itu juga akan kami bahas dalam agenda rapat,” pungkasnya. (rif)
















