GELORAJATIM.COM – Be Independent, Be Great. Bukan sekadar tema, melainkan semangat yang dihidupkan dalam kegiatan Latihan Dasar Kemandirian Murid (LDKM) SD Al Muslim di Rumah Emak, Trawas, pada 29–31 Oktober 2026.
Ustazah Fatimatuz Zahroh, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah menyampaikan pesan khusus bagi seluruh peserta.
“Jangan jadikan LDKM hanya sebagai pengalaman selama tiga hari saja, tetapi aplikasikanlah kebiasaan baik ini ke rumah dan sekolah. Jadilah anak yang mandiri, berani, disiplin, bertanggung jawab, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.
Selama tiga hari dua malam, anak-anak diajak keluar dari rutinitas belajar di kelas untuk menemukan pelajaran yang jauh lebih dekat dengan kehidupan: mengenal diri, mengurus kebutuhan sendiri, bekerja sama, dan berani mengambil peran. Alam Trawas menjadi ruang belajar yang berbeda, di mana setiap pengalaman menyimpan makna dan setiap tantangan membuka kesempatan untuk bertumbuh.
Kegiatan ini dirancang dengan tema harian yang berjenjang, yakni “Aku Siap Mandiri”, “Aku Bisa Mengurus Diriku Sendiri”, dan “Aku Siap Menjadi Sang Pemimpin”. Rancangannya memadukan pembiasaan, praktik nyata, permainan kolaboratif, serta refleksi diri. Anak-anak tidak hanya menerima materi tentang kemandirian, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.
*Hari Pertama: Belajar Tanggung Jawab dari Hal Sederhana*
Keseruan dimulai dari The Daily Market. Peserta belajar secara berkelompok menghitung uang untuk berbelanja bahan, kemudian berlanjut dengan praktik memasak. Kegiatan sederhana ini menghadirkan pelajaran tentang tanggung jawab, ketelitian, dan kerja sama.
Setelah memasak, kegiatan dilanjutkan dengan belajar adab bertamu, membiasakan ibadah, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang membangun karakter.
*Hari Kedua: Kemandirian Tumbuh dari Kebiasaan*
Hari berikutnya menjadi pembuktian bahwa kemandirian tumbuh melalui kebiasaan. Mencuci pakaian, menyetrika, menata tempat tidur, hingga membuat kreasi hiasan pensil mengajarkan bahwa mengurus diri sendiri membutuhkan kemauan, ketekunan, dan rasa tanggung jawab.
Sementara itu, berbagai challenge game mengajak peserta menyusun strategi, berkomunikasi, saling membantu, dan menyelesaikan tantangan sebagai satu tim.
*Hari Ketiga: Melatih Jiwa Kepemimpinan*
Memasuki hari ketiga, semangat kepemimpinan semakin terasa. Kegiatan tracking dan permainan Bangun Rumit menjadi bagian dari pengalaman yang melatih ketangguhan, ketelitian, serta kemampuan menyatukan ide.
Anak-anak belajar bahwa seorang pemimpin bukan hanya mereka yang berani berada di depan, tetapi juga mereka yang mampu mendengarkan, menghargai pendapat, dan mengajak orang lain mencapai tujuan bersama.
*Refleksi yang Menguatkan Karakter*
Satu hal yang membuat LDKM ini bermakna adalah ruang refleksi yang diberikan setiap malam. Di tengah rangkaian aktivitas, anak-anak diajak menengok kembali pengalaman hari itu, mengenali hal yang telah dikuasai, dan memahami apa yang masih perlu diperbaiki. Sebab, pertumbuhan karakter tidak selalu hadir dalam momen besar; terkadang, ia justru bermula dari keberanian melakukan hal kecil tanpa terus-menerus bergantung pada orang lain.
LDKM di Rumah Emak Trawas bukan sekadar kegiatan menginap di luar sekolah. Ia merupakan perjalanan belajar yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman, membangun kebiasaan, dan menanamkan nilai kehidupan. Ada keceriaan dalam permainan, ada pembelajaran dalam setiap tantangan, dan ada harapan yang tumbuh melalui setiap proses.
Be Independent, Be Great. Menjadi mandiri bukan berarti harus melakukan semuanya sendirian, melainkan berani bertanggung jawab atas diri sendiri dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Dari Trawas, anak-anak diharapkan pulang bukan hanya membawa kenangan indah, tetapi juga membawa bekal berharga untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, peduli, dan siap menjadi calon Sang Pemimpin.(red)
















