SIDOARJO, GELORAJATIM.COM – Aksi damai warga Desa Banjar Kemantren Kec. Buduran yang menuntut adanya tindak lanjut dari Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Sidoarjo terkait pelaporan adanya dugaan pungutan liar ( pungli ) dalam program PTSL yang dilaksanakan di Desa Banjar Kemantren Rabu ( 05/02/2025 ) pagi mendatangi Kantor Kejari Sidoarjo.
Rombongan ratusan massa aksi damai yang menamakan diri LASKAR PEJUANG MASYARAKAT ( LPM ) ini datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor dan satu mobil komando sembari membentangkan spanduk yang berisi tuntutan – tuntutan LPM dan langsung melakukan orasi didepan Kantor Kejari Sidoarjo.
Dalam orasinya massa aksi LPM ini menyerukan desakan kepada Kejari Sidoarjo untuk segera mengusut tuntas dugaan pungli PTSL yang terjadi serta dugaan korupsi program ketahanan pangan Pemdes Banjar Kemantren.
Korlap aksi Anang Choirul Lazim yang diwawancara wartawan disela – sela aksi menyampaikan ,” Tujuan aksi demo hari ini yang pertama adalah masalah PTSL yang sudah kami laporkan tahun lalu dan ternyata hingga sekarang masih tahap penyelidikan “, Ujar Anang.

Masih lanjut Anang ,” Tujuan yang kedua soal ketahanan pangan , disini ketahanan pangan menurut kami salah penggunaan dananya , Karena seharusnya untuk penambahan gizi masyarakat tapi kenyataannya malah dibuat bisnis”, tambah Anang lagi.
Lebih lanjut Anang memaparkan ,” Salah satu contoh beli sapi , sapi beli kecil dibesarkan kemudian dijual , lha keuntungannya ini dibagi-bagi , termasuk keuntungannya masuk ke Gapoktan “, papar Korlap Aksi ini .
” Induknya masyarakat juga gak tahu dimana dan berapa modalnya, tapi setiap tahun terus dianggarkan di APBDes “, tegas Anang.
Anang melanjutkan lagi ,” Sedangkan untuk kasus Pungli ditempat kami berupa barang bukan uang “, tambah Anang , ” Jadi sebelum PTSL dimulai warga diminta beli patok dan materai kemudian baru ada sosialisasi disini kami protes tentang prosesnya “, Tandas Anang.
” Selain beli patok dan materai sendiri , warga juga masih bayar 150 ribu , Jadi bisa disebut biaya PTSL ditempat kami 150 ribu ditambah 85 ribu sudah 200 ribu lebih “, tegasnya.
Sebelum mengakhiri wawancara Anang menyampaikan harapan warga dalam aksi damai kali ini ,” Harapan kami kasus dugaan pungli dan ketahanan pangan cepat diusut tuntas karena semenjak April tahun 2024 masih penyelidikan , sudah waktunya kemana selama 8 bulan ini , kemana laporan kami “, tutup Anang mengakhiri wawancara dengan wartawan.
Sementara itu terkait adanya aksi dari warga Banjarkemantren , Kepala Seksi Pidana Khusus ( Kasi pidsus ) Kejaksaan Negeri Sidoarjo, John Franky Yanafia Ariandi mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo menyampaikan apresiasinya ,” Mewakili Bapak Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo kami mengapresiasi , apresiasi ini adalah sebagai bentuk demokrasi , bentuk dukungan kami terhadap penegakan hukum khususnya dugaan tindak pidana korupsi yang sekarang ini sedang kami tangani “, ujar Franky kepada awak media.
Menurutnya , perkembangan kasus dugaan pungli dalam pelaksanaan PTSL di Desa Banjarkemantren saat ini masih dalam proses penanganan ,” Sementara masih penanganan dan tentunya kami mohon waktu , baik untuk kasus yang pungli dan ketahanan pangan sebagaimana tadi telah diserukan “, ungkap Franky .
” Saat ini proses masih berjalan kami mohon waktu untuk kami tangani , tentunya kami masih perlu melakukan pendalaman – pendalaman untuk menentukan apakah nanti ditemukan unsur pidana atau enggak , pastinya kami komitmen bahwa kasus ini sedang kami tangani “, tutup Franky. (Rief)
















