Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Peristiwa berdarah terjadi di depan bengkel Aji Motor, Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Seorang penjual es kelapa muda bernama Purnomo (56), warga Jalan Tambak Sumur, Desa Tambak Sumur, Kecamatan Waru, mengalami luka sabetan celurit di bagian pipi kanan dan dagu kanan setelah terlibat perkelahian dengan seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika Purnomo yang berjualan es kelapa muda yang buka 24 jam mendapati seorang pria tak dikenal duduk di kursi bengkel di samping tempatnya berjualan. Melihat gelagat pria tersebut mencurigakan, korban kemudian menghampiri dan menanyakan keperluannya. Korban juga mempersilakan pria itu beristirahat di lokasi apabila memang membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Namun, situasi berubah tegang ketika pria tersebut mengaku sebelumnya juga sempat ditegur orang lain dan mengatakan membawa senjata tajam. Pria itu kemudian mengeluarkan sebilah celurit dari tas kain yang dibawanya. Mengetahui hal tersebut, Purnomo berusaha melawan dengan menahan tangan pelaku yang memegang senjata tajam tersebut.
Perlawanan terjadi ketika korban yang diketahui sedang sakit akhirnya terjatuh dan berada di bawah tubuh pria yang diduga ODGJ tersebut. Dalam kondisi itu, korban terkena sabetan celurit di bagian pipi kanan dan dagu kanan. Korban kemudian berusaha merebut celurit dan melakukan perlawanan hingga senjata tajam tersebut mengenai bagian kepala pria itu. Purnomo akhirnya berhasil menjauh, sementara pria tersebut tergeletak di depan bengkel.
Istri korban, Hamidah (41), yang mengetahui suaminya menjadi korban pembacokan, segera menghubungi Adit Mulyono (41) untuk datang ke lokasi. Setelah tiba di tempat kejadian perkara (TKP), Adit melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Waru dan membantu mengevakuasi Purnomo ke Rumah Sakit Royal Surabaya guna mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pria yang diduga sebagai pelaku juga mendapatkan penanganan medis, tetapi akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kapolsek Waru, Kompol Miftakhul Amin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dan melakukan penanganan sesuai prosedur. “Kami telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan melakukan penanganan di lokasi untuk mengetahui secara pasti kronologi serta penyebab terjadinya peristiwa ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kompol Miftakhul Amin menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk bagaimana perkelahian tersebut bermula hingga menyebabkan kedua pihak mengalami luka.
“Kami masih mendalami keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk memastikan fakta-fakta kejadian,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada kepolisian apabila menjumpai situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan yang membahayakan diri sendiri dan segera menghubungi petugas apabila menghadapi situasi serupa,” pungkasnya. (rif)
















