Hari jadi
Hukum

Lorong Sempit Disulap Jadi Perpustakaan, Rutan Medaeng Perkuat Literasi Warga Binaan

2
×

Lorong Sempit Disulap Jadi Perpustakaan, Rutan Medaeng Perkuat Literasi Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
20260708 145852
Tristiantoro Adi Wibowo (Baju Putih): Perpustakaan Baru Rutan Medaeng Jadi Ruang Belajar dan Sanksi Edukatif bagi Warga Binaan.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Ruang yang sebelumnya hanya menjadi lorong sempit di sisi gereja Rutan Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng, Sidoarjo, kini memiliki fungsi baru sebagai perpustakaan. Fasilitas tersebut dihadirkan untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus mendukung program pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Perpustakaan itu mulai beroperasi setelah Rutan Medaeng menerima bantuan sebanyak 300 eksemplar buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Sidoarjo. Koleksi buku tersebut ditempatkan di rak-rak perpustakaan yang dibangun dengan memanfaatkan ruang terbatas di lingkungan rutan.

Breaking News

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan keberadaan perpustakaan menjadi pelengkap program pembinaan yang selama ini telah berjalan. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat baca dan memperluas wawasan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Perpustakaan ini merupakan salah satu bentuk program pembinaan kepribadian, di samping pembinaan kemandirian yang sudah ada. Tujuannya untuk meningkatkan literasi warga binaan. Kami memanfaatkan ruang yang tersedia agar tetap dapat menghadirkan fasilitas pembelajaran bagi warga binaan,” ujar Tristiantoro, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran perpustakaan mendapat respons positif dari warga binaan. Meski dibangun di ruang yang sederhana dan minimalis, fasilitas tersebut kini menjadi tempat membaca sekaligus menambah ilmu pengetahuan selama menjalani masa pidana.

“Walaupun memanfaatkan ruang yang minimalis, mudah-mudahan keberadaan perpustakaan ini bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan warga binaan. Alhamdulillah, sejauh ini mereka merespons sangat positif,” katanya.

Menariknya, perpustakaan itu juga dimanfaatkan sebagai bagian dari penerapan sanksi edukatif bagi warga binaan yang melanggar tata tertib. Selain menjalani sanksi disiplin sesuai ketentuan, seperti penempatan di strap sel, mereka diwajibkan membaca buku di perpustakaan dan membuat rangkuman atau esai sebagai bentuk pemahaman terhadap isi bacaan.

“Kami memiliki kebijakan bagi warga binaan yang melanggar tata tertib. Di samping sanksi disiplin resmi seperti strap sel yang memang sudah sesuai ketentuan, kami memberikan sanksi tambahan berupa kewajiban membaca buku di perpustakaan ini. Tujuannya agar mereka bisa memahami dan mengerti apa yang mereka baca, sehingga ada nilai manfaat yang mereka bawa,” jelas Tristiantoro.

Ke depan, Rutan Kelas I Surabaya berkomitmen terus mengembangkan fasilitas tersebut dengan menambah koleksi buku agar pilihan bacaan bagi warga binaan semakin beragam. “Ke depan, rencana kami pastinya adalah terus menambah koleksi buku karena kami sangat membutuhkan buku-buku yang bisa menambah wawasan warga binaan,” pungkasnya. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578