Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Langkah jemput bola terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memastikan seluruh warga mendapatkan layanan administrasi kependudukan secara merata. Melalui inovasi layanan langsung ke rumah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) hadir menjangkau kelompok rentan yang selama ini kesulitan mengakses pelayanan.
Dalam sepekan terakhir, tim Dispendukcapil Sidoarjo bergerak menyasar sedikitnya lima lokasi, yakni Desa Trosobo di Kecamatan Taman, Desa Waru dan Desa Ngingas di Kecamatan Waru, Desa Bligo di Kecamatan Candi, serta Desa Sedati Gede di Kecamatan Sedati. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Peduli Dilan yang dirancang untuk memberikan kemudahan layanan secara langsung.
Program tersebut difokuskan bagi warga dengan keterbatasan, seperti penyandang disabilitas, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta lanjut usia (lansia) yang tidak memungkinkan datang ke kantor pelayanan. Dengan pendekatan ini, warga tetap bisa memperoleh hak administrasi tanpa harus menghadapi kendala mobilitas.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sidoarjo, Reddy Kusuma, menegaskan bahwa layanan jemput bola ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui program Peduli Dilan, kami terus bergerak mendatangi warga yang membutuhkan. Mulai dari penyandang disabilitas, ODGJ, hingga lansia yang tidak memungkinkan datang ke kantor,” ujar Reddy, Jumat (24/04/2026).
Selain itu, Dukcapil Sidoarjo juga menghadirkan program Duta Hatiku (Dukcapil Tanggap Bencana Harapan Timbul Kembali Utuh). Layanan ini diperuntukkan bagi warga yang terdampak bencana seperti kebakaran maupun musibah lainnya yang menyebabkan hilangnya dokumen penting.
“Untuk layanan Peduli Dilan dan Duta Hatiku, kami bergerak sewaktu-waktu begitu menerima laporan. Jadi masyarakat tidak perlu menunggu lama,” jelasnya.
Melalui dua inovasi tersebut, berbagai dokumen kependudukan seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), hingga akta dapat diurus secara gratis dan cepat. Pendekatan ini diharapkan mampu menghapus hambatan akses sekaligus memastikan seluruh warga tetap terlayani.
“Lansia tetap bisa melakukan perekaman KTP-el tanpa harus datang ke kantor. Kami yang datang langsung ke warga,” tegas Reddy. (rif)
















