Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Suasana pagi di Dusun Bringin Wetan, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, mendadak gempar setelah seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di area Musholla Sabilillah, Sabtu (14/02/2026). Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pada pukul 08.00 WIB dan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Korban diketahui bernama AM (73), warga Dusun Plumpang, Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan keterangan saksi, korban datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X sekitar pukul 06.00 WIB dan berhenti di Musholla Sabilillah, Dusun Bringin Wetan RT 02 RW 05.
Salah satu saksi, Iskandar (55), warga setempat, menuturkan bahwa korban sempat masuk ke dalam musholla sebelum akhirnya keluar untuk membeli minuman. “Sekitar satu jam setelah datang, beliau keluar dari musholla dan hendak membeli minuman. Saat itu beliau mengeluh sakit,” ujar Iskandar.
Keterangan serupa disampaikan Sukirno (41), Ketua RT Dusun Bringin Wetan. Ia menjelaskan bahwa korban sempat disarankan untuk tidak minum kopi karena mengaku kurang enak badan. “Penjual kopi menyarankan agar minum teh saja. Setelah itu korban kembali ke musholla. Saat hendak menaiki sepeda motor, korban tiba-tiba jatuh dan dinyatakan meninggal dunia,” terang Sukirno.
Mendapat laporan warga, anggota Polsek Taman langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan para saksi. Petugas juga melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban sebelum dievakuasi ke rumah sakit.
Kanit Reskrim Polsek Taman, AKP Hajir Sujalmo, SH, membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Kami menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan seorang laki-laki yang meninggal dunia di area Musholla Sabilillah. Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi-saksi,” ujar Hajir Sujalmo.
Ia menambahkan, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Anwar Medika Balongbendo untuk dilakukan visum. Namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan secara resmi. “Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi. Untuk sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitar, namun situasi tetap kondusif setelah petugas memberikan penjelasan. Polisi mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengetahui adanya kejadian serupa guna penanganan cepat dan tepat. (rif)
















