MALANG, GELORAJATIM.COM – Studi Tiru TPS-3R (Tempat Pengolahan Sampah dengan Reduce, Reuse, Recycle) adalah suatu kegiatan dengan melakukan kunjungan ke lokasi TPS-3R, untuk mempelajari sistem dan praktik dalam pengelolaan sampah yang sudah berjalan dengan baik.
Rombongan Pemerintahan Desa Bambe, BPD (Badan Permusyawaratan Desa). LPMD, Tim Bank Sampah masing-masing dengan jajaran anggotanya juga turut hadir Camat Driyorejo, Babinsa, Babinkamtibmas serta petugas sampah melakukan kunjungan Study Tiru di TPS-3R Loka Bhakti Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Minggu, (20/07/2025).
Dengan bertujuan diantaranya ; mempelajari sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di TPS-3R yang sedang dikunjungi, mendapatkan ide dan inovasi dalam pengelolaan sampah. meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Rombongan Study Tiru diterima oleh Kepala Desa (Kades) Zainal Arifin dengan suguhan penyambutan tarian Remo sanggar tari “Wong Genengan City” bertempat di Pendopo Balai Desa.
Dalam sambutannya Zainal Arifin menjelaskan, “Sebelum menjadi TPS-3R seperti ini. ditahun 2017 masih merupakan TPS (Tempat Penampungan Sampah) yang bersifat sementara sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir, barulah pada tahun 2020 mendapatkan bantuan dari Pokir PUPR Provinsi Jawa Timur dan di bulan Agustus 2025 akan mendapatkan DAK Kabupaten Malang, Iuran dikenakan pun kepada warga Rp. 22.000/bulan”
Kades Bambe H. Mudjiono, SH dalam kunjungan itu mengatakan, “Saat ini TPS kami dibangun diatas TKD (Tanah Kas Desa) Bambe seluas 11.000 M2, sedang dalam tahap pembangunan jalan selanjutnya akan diteruskan dengan membuat hanggar dan mendatangkan mesin”.
Pada kesempatan yang sama Camat Driyorejo Muhammad Amri, S.SiT, M.AP juga mengungkapkan, bahwa “Kecamatan Driyorejo memiliki pertumbuhan jumlah penduduk dan pemukiman yang cukup besar lebih dari 104.000 ribu jiwa (yang terdata) serta industri, yang memproduksi sampah terbesar ke-3 di Kabupaten Gresik”.
“Saat ini kami dalam rangkah menjalankan program kebijakan nasional, berupaya untuk dapat mengurangi produksi sampah 30%” sambung Amri.
Sementara HR. Hendry Ketua BPD Bambe merupakan salah satu penyelenggara pemerintahan (Legislator Desa) selama ini mewakili masyarakat tak hentinya mendorong Pemerintah Desa (Eksekutor) untuk segera menyelesaikan pembangunan TPS-3R yang sedang berjalan saat ini.
“Dari hasil kunjungan study tiru ini selain menyerap pengetahuan dan teknologi tak kalah pentingnya adalah output serta realisasi yang dapat dirasakan masyarakat desa, kebutuhan adanya TPS-3R saat ini tidak bisa ditunda lagi” ujar HR. Hendry yang saat ini adalah salah satu pengurus harian pusat BPD Nasional Indonesia, Minggu, (20/07/2025).
HR. Hendry juga meminta perhatian khusus kepada dinas terkait pemerintah kabupaten Gresik saat ini, untuk menggelontorkan anggaran dalam pembangunan infrastruktur, termasuk penyediaan peralatan mesin yang dibutuhkan TPS-3R. (Wd)
















