Hari jadi
News

Plt. Kepala Puskesmas Taman dan Pemilik Akun Sosmed Saling Memaafkan Terkait Video Viral

139
×

Plt. Kepala Puskesmas Taman dan Pemilik Akun Sosmed Saling Memaafkan Terkait Video Viral

Sebarkan artikel ini
Img 20250211 Wa0064 1
Plt. Kepala Puskesmas Taman berpelukan dengan Yuskha Fatkhiyah setelah klarifikasi dan saling memaafkan
Info Iklan hubungi 085183255578

SIDOARJO, GELORAJATIM.COM – Setelah sempat viral kemarin melalui unggahan sosmed akun facebook @Yuskha Fatkhiyah yang mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Taman ketika akan meminta pelayanan surat sehat untuk putrinya Nabila sebagai persyaratan masuk perguruan tinggi, lalu diklarifikasi oleh Plt. Kepala Puskesmas (Kapus) Taman dr. Linda Megasari bahwa kelambatan pelayanan akibat trouble aplikasi ERM yang saat ini dipergunakan untuk seluruh pendaftaran pelayanan baik berobat maupun permintaan surat sehat.

Pada hari  Selasa (11/02/2025) pagi, Plt. Kapus Taman dr. Linda megasari beserta staf didampingi Kepala Kelurahan Ketegan H. Basirul . H beserta staff , Anggota Polsek Taman , Ketua LPMK Kel. Ketegan Dadang , Satpol PP Taman , Bidan Kelurahan Ketegan dan Ketua RT setempat melakukan kunjungan silaturrahim kekediaman Yuskha Fatkhiyah.

Breaking News

Dalam kunjungannya dr. Linda mendengarkan segala keluhan dan unek – unek kekecewaan dari pemilik akun facebook @Yuskha Fatkhiyah yang kemarin merasa dikecewakan oleh pelayanan dari Puskesmas Taman ,” Saya datang ke Puskesmas itu untuk mengurus surat sehat untuk persyaratan anak saya masuk perguruan tinggi “, ujar Fatkhiyah menceritakan awal kronologi.

” Dari info tetangga dan teman – teman nanti bawa KTP dan KK supaya gratis tidak dikenakan biaya , ternyata di Puskesmas harus bayar , ya tetap saya bayar “, tuturnya lagi.

Masih lanjut Fatkhiyah ,” Saya bukan masalah nominal pembayarannya sebesar 20 ribu , kan hanya minta surat sehat aja kenapa harus kelantai 2 (poli umum) , saya itu dirumah banyak pekerjaan yang saya tinggal dan harus segera selesai karena sudah ditunggu pemesan “, ujar perempuan yang usaha kue rumahan.

” Saya kemarin setelah daftar dapat nomer antrian 169 , setelah itu naiklah saya kelantai 2 menunggu panggilan , ketika itu pasien sangat banyak mungkin karena hari Senin , sampai yang antri duduk dilantai karena kursi ruang tunggu sudah penuh “, papar Fatkhiyah.

” Setelah menunggu lama dan sampai pasien yang segitu banyak habis anak saya belum dipanggil juga maka saya putuskan untuk masuk ruang poli dan bertanya kenapa belum juga dipanggil sampai pasien habis “, tambahnya lagi . ” Setelah didalam ternyata nama anak saya tidak ada sopo sing gak muntap (Siapa yang tidak emosi) “, tegas Fatkhiyah.

Jadi yang dikeluhkan oleh Fatkhiyah atau masyarakat lain sebagai masukan untuk perbaikan Puskesmas Taman adalah : pelayanan di pendaftaran yang kurang ramah dan lamanya waktu pelayanan kemarin.

Sementara itu setelah Yuskha Fatkhiyah menyampaikan segala keluh kesah kekecewaannya , dr. Linda Megasari menjelaskan dan mengklarifikasi kejadian yang sempat viral di sosmed tersebut ,” Jadi ibu perlu kami jelaskan saat ini kami se Sidoarjo sedang menggunakan aplikasi Elektronik Rekam Medis (ERM) karena tuntutan dari Kemenkes adalah tekhnologi informasi , jadi informasinya harus berubah bereformasi jadi dari yang sebelumnya tulisan dari buku dijadikan jadi komputer , lha kita memakai vendor untuk aplikasi itu “, Terang dr. Linda.

” Kami minta maaf yang sebesar – besar ibu , seharusnya nama anak ibu yang kita kirim dari pendaftaran jam 10.55 WIB ini diterima di cluster 3 setelah ibu tunggu harusnya ada namanya disitu “, papar dr. Linda.

” Tapi kenapa dengan sistem itu kami juga bingung bukan human error ya bu , bukan kita yang tidak menginput ya bu ya , itu aplikasinya yang error atau trouble ” terang dr. Linda kepada Fatkhiyah . ” Jadi hari itu ada 3 orang yang mengalami masalah seperti ibu , dikirim dari pendaftaran tapi tidak terkirim di pelayanan “, tandas dr. Linda.

Sementara untuk pemeriksaan berbayar dr. Linda membenarkan untuk KTP Sidoarjo tidak berbayar untuk pengobatan dengan membawa KTP atau KK akan tetapi untuk permintaan surat sehat sesuai itu berbayar sebesar 20 ribu sesuai Peraturan Bupati Sidoarjo No 1 tahun 2024.

Lebih lanjut Plt. Kapus Taman menyampaikan bahwa beliau sangat memahami kekecewaan dari Fatkhiyah ,” Kami memahami kekecewaan ibu yang harusnya sudah terlayani selama 30 menit tapi harus menunggu lebih dari 1 jam “, tambah dr. Linda.

Happy ending dari permasalahan viral nya video kemarin kedua belah pihak dari Puskesmas Taman bisa menerima kritik dan berjanji memperbaiki kinerja pelayanannya kepada masyarakat untuk lebih baik kedepannya , sementara itu pemilik akun facebook @Yuskha Fatkhiyah juga meminta maaf karena sudah memviralkan Puskesmas Taman meski sebenarnya bukan berniat seperti itu , tetapi karena emosi yang membuat tidak terkontrol.

Diakhir silaturrahim Plt. Kapus Taman dan Yuskha Fatkhiya saling memaafkan berjabat tangan dan sempat saling berpelukan. (Rief)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578