GELORAJATIM.COM — Ditengah gejolak permasalahan bullying yang masih merajalela, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah berani untuk memberikan edukasi yang unik dan menyegarkan di Panti Asuhan Taqwa Al-Qalbi.
Dengan memanfaatkan kekuatan humor, mereka mengajak anak-anak untuk mengenal jenis-jenis humor serta memahami perbedaan antara humor yang menyenangkan dan yang berpotensi merugikan orang lain. Artikel ini akan mengulas lebih lanjut tentang kegiatan edukatif yang dilakukan oleh mahasiswa UMM tersebut.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama kelompok 7 gelombang 2 yang dibimbing oleh Ir. Shanty Kusuma Dewi, ST. MT. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Taqwa Al-Qalbi, yang berlokasi di Jl. Joyo Agung II No.9, Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.
Pengenalan Konsep Humor dan Bullying
Humor, sebuah alat kuat yang mampu menghadirkan tawa dan kegembiraan dalam kehidupan sehari-hari, seringkali menjadi alat yang efektif untuk menyatukan orang-orang dalam sebuah hubungan yang penuh keceriaan. Penggunaan humor dapat mempererat ikatan sosial dan menciptakan suasana yang nyaman di sekitar kita.
Namun, di balik kekuatan positifnya, ada sisi gelap dari humor yang harus diwaspadai, terutama dalam konteks kekerasan dan intimidasi. Bullying, sebagai salah satu bentuk ekspresi kekerasan verbal atau fisik, memiliki dampak yang sangat merugikan bagi korban. Tindakan agresif seperti ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga meninggalkan bekas emosional yang dalam, bahkan bisa memicu traumatisasi jangka panjang pada korban.
Dalam konteks edukasi anti-bullying, penting untuk memahami bahwa humor bisa menjadi alat yang digunakan oleh pelaku bullying untuk merendahkan dan melukai perasaan korban. Oleh karena itu, sambil kita terus mendorong penggunaan humor yang sehat dan mendidik, kita juga harus meningkatkan kesadaran akan dampak negatif dari humor yang menyakiti orang lain.
Dengan memahami kedua konsep ini secara mendalam, kita dapat lebih siap untuk melangkah maju dalam memerangi bullying dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi semua orang.
Edukasi Jenis-Jenis Humor
Dalam upaya mengedukasi anak-anak tentang penggunaan humor yang sehat, mahasiswa UMM memperkenalkan dua jenis humor utama: adaptif dan merugikan.
Humor Adaptif
Humor adaptif merupakan jenis humor yang menyenangkan dan tidak merugikan orang lain. Ini termasuk cerita lucu, lelucon ringan, atau situasi kocak yang menghadirkan tawa tanpa menyakiti perasaan orang lain.
Contohnya: “Kenapa burung tidak pernah ditemukan di sekolah? Karena mereka sudah ‘pintar’ terbang!”
Humor Merugikan
Sebaliknya, humor merugikan adalah humor yang dapat memicu tindakan bullying atau melukai perasaan orang lain. Contohnya termasuk candaan yang menghina, mengejek, atau merendahkan orang lain.
Contohnya: Seperti memanggil seseorang dengan julukan yang membuat mereka merasa tidak dihargai atau dihina.
Dengan memahami perbedaan antara kedua jenis humor ini, anak-anak diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan humor dan memilih untuk menyampaikan candaan yang menghibur tanpa menyakiti orang lain.
Contoh Humor yang Dapat Dikatakan dan Tidak Dikatakan
Mahasiswa UMM memberikan contoh konkret tentang bagaimana membedakan humor yang pantas dan tidak pantas untuk disampaikan kepada orang lain, serta membahas batasan dalam bercanda.
Humor yang Dapat Dikatakan
Contoh-contoh humor yang pantas disampaikan meliputi:
1. Cerita tentang hewan atau kejadian sehari-hari yang mengundang tawa tanpa merugikan orang lain.
2. Lelucon yang menghargai keunikan orang lain tanpa mengkritik atau mengejek.
3. Situasi kocak yang menghibur tanpa ada pihak yang tersinggung.
Humor yang Tidak Dapat Dikatakan
Di sisi lain, contoh-contoh humor yang tidak pantas disampaikan mencakup:
1. Candaan yang bisa merendahkan atau melukai perasaan seseorang.
2. Lelucon yang bisa membuat seseorang merasa tidak dihargai atau rendah diri.
3. Humor yang dapat memicu tindakan bullying atau membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Anak-anak diajak untuk memahami batasan dalam bercanda dan menyadari dampak dari humor yang merugikan. Dengan demikian, mereka dapat lebih bijak dalam menggunakan humor dan memilih untuk menyampaikan candaan yang menghibur tanpa menyakiti perasaan orang lain.
Menggambarkan Dampak Bullying Melalui Gambar
Dalam kegiatan ini, anak-anak diminta untuk mengungkapkan pengalaman mereka terkait dengan bullying melalui karya seni visual. Anak-anak diajak untuk menggambar wajah mereka dalam tiga situasi berbeda terkait dengan bullying:
Sebagai Korban Bullying, Mereka diminta untuk menggambarkan ekspresi wajah mereka saat mengalami tindakan bullying, termasuk perasaan sedih, takut, atau tertekan.
Sebagai Pelaku Bullying, Anak-anak diminta untuk menggambarkan ekspresi wajah mereka saat melakukan tindakan bullying, termasuk perasaan kuasa atau kepuasan yang mungkin dirasakan.
Menyaksikan Teman Menjadi Korban Bullying, Mereka juga diminta untuk menggambarkan ekspresi wajah mereka saat menyaksikan teman mereka menjadi korban bullying, termasuk perasaan tidak nyaman, prihatin, atau bersalah.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan Empati: Anak-anak diberi kesempatan untuk merasakan dan memahami perasaan yang muncul dalam situasi bullying, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi.
2. Meningkatkan Pemahaman: Melalui pengalaman visual, anak-anak dapat lebih memahami dampak buruk dari tindakan bullying dan pentingnya menjaga perasaan orang lain.
Dengan melibatkan anak-anak secara aktif dalam kegiatan ini, diharapkan mereka dapat membangun empati yang lebih baik dan menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi semua orang.
Penulis: Kelompok 7, Universitas Muhammadiyah Malang
















