PASURUAN, gelorajatim.com/ – Pekerjaan seorang jurnalis amatlah berat dan menantang. Penuh resiko dan butuh konsentrasi untuk menyuguhkan informasi apa yang dia lihat, apa yang di dengar, apa yang dia tau dengan konsekuensi ada yang senang dengan pemberitaannya ada juga yang tidak suka pemberitaannya dan resiko intimidasi dan premanisme juga tidak jarang.
Kejadian tersebut menimpa seorang jurnalis yang bernama Muhammad Sukron Adhim dari media cetak Berita Metro. Minggu pagi (28/8/2022) sekitar pukul 08.00 hingga pukul 09.00 WIB Istri Adhim mengaku menerima sebuah paket dari seorang gojek. Pada saat itu juga istrinya bertanya paket dari mana dan dijawab oleh Ojol tersebut dari kantor hingga 3 Kali, sahut istri Muhammad Sukron Adhim.
Setelah itu Adhim dan keluarga keluar dan jalan-jalan pulang pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 16.30 WIB Adhim membuka paketan yang diketahui berisi gula, beras, susu cair (Kotak) dan teh dalam kemasan merek Es teh.

Diminumlah minuman Es teh tersebut, tak beberapa lama adim mengeluh dadanya berdebar dan kepala pusing. Oleh pihak keluarga dibawah ke salah satu mantri kesehatan didekat rumahnya. Lantaran kondisinya muntah-muntah dan tak sadarkan diri, akhirnya di rujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Mashito Bangil.
Hingga saat ini kondisi Adhim masih belum sadarkan diri. Menurut keterangan awak pihak perawat dugaan sementara Adhim keracunan.
Atas perihal tersebut Heru Purnomo (64) tahun mertua dari saudara Adhim bersama Hendri Sulfianto atau yang biasa dipanggil Ki Demang (Ketua) AJPB melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Pasuruan Jawa Timur.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan bersama Inavis melakukan Lidik dan mengamankan barang bukti paketan yang dimaksud di rumah korban yang beralamat dijalan dusun Tambakan desa Kalianyar kecamatan Bangil kabupaten Pasuruan Jawa timur.
Terpisah Fandy Armanto redaktur Jawa Pos Radar Bromo saat dikonfirmasi media ini membeberkan bahwa kami tidak pernah mengirim paketan dalam bentuk apapun kepada saudara Muhammad Sukron Adhim, atas peristiwa tesebut Fandy berharap Adhim semoga cepat sembuh dan pulih kembali, serta kepada aparat penegak hukum semoga pelakunya segara diamankan dan diberikan hukuman yang berlaku. Karena hal ini menjadi sebuah ancaman bagi insan pers dan keluarga dalam menjalankan tugas
Memberikan informasi kepada masyarakat.
Hal yang sama disampaikan juga CEO Warta Bromo (Warmo) Ari Suprayogi yang biasa disapa Yogi “Kemarin itu mas adhim sempat WhatsApp (WA) saya dan langsung saya telfon untuk memastikan bahwa saya maupun jajaran di warmo tidak pernah mengirim paketan tersebut dan dia (Yogi) red mewanti-wanti kepada Adhim pungkasnya.
Hingga berita diunggah adhim masih dirawat di ruang HCU RSI Masitho Bangil untuk mendapat penanganan lebih intensif.
reporter : Wawan
Editor : Pujiyono
















