Wakil Bupati Pamekasan Fattah Jasin bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di acara Deklarasi Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) di Kabupaten Pamekasan. (Istimewa)
PAMEKASAN, gelorajatim.com/ – Wakil Bupati Pamekasan Fattah Jasin menyambut kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke acara deklarasi Peguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.
Fattah saat di lokasi tampak menyambut baik orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu, didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan agama. Tamu dari sejumlah kalangan semangat mengikuti kegiatan yang dikemas dalam tema ’Menggugah Kejayaan Petani Tembakau Madura'.
Berbagai elemen masyarakat yang hadir mulai dari kalangan pengusaha, petani, pejabat daerah, pejabat nasional, hingga tokoh ulama yang bersatu dalam organisasi Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura atau BASSRA.
Gubernur Khofifah saat sambutan memberikan semangat kepada seluruh tamu undangan, wabil khusus mereka yang bergelut jadi pebisnis dan petani tembakau. Kata dia, apapun yang berkaitan dengan petani soal tembakau dan kesejahteraannya, akan selalu mendukung.
Sebab, kata Mantan Mensos itu, diakui atau tidak, produksi tembakau di Indonesia, sekitar 35 persen berasal dari Pulau Madura. Untuk itu, saat ini bagaimana bisa menata regulasi, supaya para petani untung dan sejahtera.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan, jika secara keseluruhan di Indonesia 45 persen produksi tembakau Indonesia dari Jawa Timur. Sementara 35 persen tembakau Indonesia murni dari Jawa Timur yakni Madura.
"Mengenai hal itu sekarang bagaimana kita bersama-sama menata regulasi supaya petaninya untung dan sejahtera, sementara di sini sudah ada Bakorwil yang siap untuk dijadikan 'Trading House' atau rumah dagang bersama bagi para petani tembakau se-Madura,” ujarnya.
Dia menambahkan, untuk mencapai kesejahteraan itu, Khofifah sudah berkoordinasi dengan Bakorwil Pamekasan, dan pihaknya siap untuk dijadikan Trading House atau rumah dagang bersama bagi para petani tembakau.
Sementara itu, Panitia Pelaksana P4TM Abdul Bari menanggapi instruksi Gubernur Jatim. Dalam waktu dekat pihaknya akan menindaklanjuti dan akan berdiskusi dengan pemangku kebijakan dan stakeholder terkait.
"Untuk membahas terkait anjloknya harga tembakau petani di Madura, agar bisa mengembalikan kejayaan para petani madura. Kami akan berikhtiar semaksimal mungkin bersama para masyaih, bersama pemangku kebijakan dan tokoh-tokoh masyarakat, kami akan membangun sinergi," janjinya.
Reporter: rus
















