Para peserta YPM Taman Kabupaten Sidoarjo dan UMAHA sedang mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN).
GeloraJatim.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2021 dilaksanakan oleh perwakilan peserta didik serta dewan guru Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Taman, Sidoarjo dan diikuti mahasiswa didampingi para dosen Universitas Ma’arif Hasyim Latief (UMAHA). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk apel pagi ini bertempat di halaman Komplek Ngelom Megare yang dipimpin dr. H. Hidayatullah selaku Dewan Pembina YPM Sidoarjo, Jumat (22/10/2021) pagi.
Ketua panitia HSN YPM Taman, Sidoarjo Ahmad Mufid, S.Si mengatakan peringatan HSN ini bertujuan untuk mengenang kembali revolusi jihat para ulama Indonesia, seperti yang dilakukan KH. Hasyim Asy’ari. Kita juga ingin membiasakan kepada siswa-siswi YPM Sidoarjo, khususnya yang mengikuti apel HSN mulai dari SMP YPM 1Taman, SMK YPM 1 Taman, SMK YPM 2 Taman, SMK YPM 3 Taman, SMA Wachid Hasyim 2 Taman dan UMAHA Sidoarjo untuk menghayati HSN kali ini bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Sebelumnya, para peserta didik YPM Taman, Sidoarjo selama lima hari yang dimulai 18 Oktober hingga sekarang diharuskan mengenakan busana ala santri. “Kami ingin mengajak generasi muda untuk menghormati dan meneladani serta mengenang jasa-jasa para ulama dalam revolusi jihat. Untuk jumlah yang mengikuti apel HSN kali ini yaitu masing-masing sekolah mengeluarkan 100 siswa. Jadi kalau di jumlah keseluruhan sekitar 600 peserta,” terang Mufid yang kesehariannya mengajar di SMK YPM 2 Taman.
Sementara itu, dalam sambutannya ditengah apel berlangsung, dr. H. Hidayatullah yang juga merupakan Direktur RSU Siti Hajar Sidoarjo, mengajak peserta apel untuk senantiasa menggelorakan kembali jiwa dan raga warga muslim nusantara dalam menjunjung tinggi kemerdekaan Republik Indonesia melalui revolusi jihat yang di canangkan oleh Hubbul Wathon Minal Iman, KH Hasyim Asy’ari.
“Mencintai tanah air adalah sebagian dari iman, bergeraklah para pendahulu kita dalam bertempur di medan juang untuk merebut kemerdekaan. Sehingga tidak terhindarkan adanya pertempuran dahsyat 10 November 1945 di Kota Pahlawan Surabaya dan dilanjutkan pertempuran lainnya,” ungkap dr Hidayatullah.
Marilah kita sebagai santri untuk merenungkan dan meresapi tema HSN tahun ini, sesuai pemerintah pusat yaitu Santri Siaga Jiwa Raga, sedangkan dari Nahdlatul Ulama (NU) adalah Bertumbuh, Berjaya dan Berkarya. Santri Indonesia harus siapsiaga untuk membela tanah air yang kita cintai ini dengan mempertahankan persatuan Indonesia, menjaga jam’iyyah NU, mewujudkan perdamaian dunia, serta bertumbuh, berdaya dan berkarya,” tutup dr Hidayatullah. (Azl)






