Hari jadi
Sosial

Warga Rusunawa Sumurwelut ikuti Shalat Idul Adha di Tower E

127
×

Warga Rusunawa Sumurwelut ikuti Shalat Idul Adha di Tower E

Sebarkan artikel ini
Info Iklan hubungi 085183255578

SURABAYA,gelorajatim.com/ – Warga Rusunawa Sumur Welut Kecamatan Lakarsantri Surabaya menggelar Shalat Idul Adha 1443 Hijriah di halaman tower E, minggu (10/7/2022). Bertindak sebagai imam dan Khotib yaitu KH.M Sholeh Spd dari Surabaya.

Suasana di lokasi begitu khusyuk saat para jemaah melaksanakan salat sunah menyambut Hari Raya Idul Adha.Warga mulai dari tower a,b,c,d,dan e sudah berdatangan sejak subuh. Mereka menggelar salat Id hari ini sesuai keputusan pemerintah.

Breaking News
Img 20220710 Wa0008
Warga Rusunawa Sumurwelut ikuti Shalat Idul Adha di Tower E 2

Dalam khotbahnya KH. M Sholeh menyampaikan bahwa, hari raya Idul Adha dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dengan sebutan lain ‘Hari Raya Haji’, dimana pada waktu tersebut kaum muslimin sedang menunaikan haji dan melaksanakan wukuf di Arafah.

Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit atau di sebut pakaian ihram. Hal tersebut melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Selain dinamakan hari raya haji, hari raya Idul Adha juga disebut juga sebagai “Idul Qurban” karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.Jika melihat sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim. Yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya, Siti Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu.

Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun.

Sementara Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu di suatu tempat paling asing. Yaitu di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri Palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupun istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.

Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).

reporter: Din

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578