HUTRI
Uncategorized

Vaksinasi ODGJ, Polisi di Pacitan Akui Ada Tantangan dan Butuh Perjuangan

98
×

Vaksinasi ODGJ, Polisi di Pacitan Akui Ada Tantangan dan Butuh Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Img 20211102 Wa0087 1
Info Iklan hubungi 085183255578

Bripka Deni, Bhabinkamtibmas Polsek Arjosari, Polres Pacitan, Jawa Timur, saat mendampingi petugas vaksinasi dari Puskesmas setempat, di Desa Kedungbendo dan Jetis Kidul.

PACITAN, GELORAJATIM.COM _ Selain lansia dan disabilitas, vaksinasi Covid-19 door to door di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sejak beberapa waktu lalu juga menyasar Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Breaking News

Namun, pemberian vaksinasi Covid-19 kepada orang yang memiliki gangguan psikologis itu dinilai butuh perjuangan dan tidak mudah dilakukan, dibanding ketika melayani orang-orang biasa pada umumnya.

Hal itu seperti disampaikan Bripka Deni, Bhabinkamtibmas Polsek Arjosari, Polres Pacitan, Jawa Timur, usai mendampingi petugas vaksinasi dari Puskesmas setempat, di Desa Kedungbendo dan Jetis Kidul. “Kalau tantangan ada. Ya, butuh perjuangan dan kerjasama juga dengan pihak keluarga maupun masyarakat setempat,” kata Bripka Deni, Selasa (02/11/2021).

Deni yang setiap saat mendampingi para petugas vaksinasi door to door itu mengaku, jika sebelumnya ia harus menyisir desa binaannya dan mendatangi rumah atau pihak keluarga terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan bagaimana kondisi mereka (ODGJ) dan memberikan sosialisasi terkait vaksinasi.

“Mereka (ODGJ) ada yang takut. Jadi harus dirayu, dibujuk dulu, diajak bercanda agar mau disuntik. Ada juga diiming-imingi dulu baru mau disuntik. Tapi bagi yang memiliki riwayat sakit lain, ya tidak divaksin,” ungkap Deni, menambahkan.

Terpisah, Kapolsek Arjosari, Iptu Amrih Widodo, SH menambahkan, dengan menyasar ODGJ, lansia maupun disabilitas, metode yang digunakan adalah door to door atau jemput bola. Hal ini, kata dia, guna menghemat waktu dan mempercepat cakupan vaksinasi khususnya di wilayah Kecamatan Arjosari.

“Kalau di bawa ke tempat atau gerai vaksin, tentu tidak mudah untuk mengkondisikan (ODGJ) dan mungkin juga kurang nyaman. Jadi untuk menghemat waktu, vaksinasi dilakukan dengan cara jemput bola. Untuk ODGJ jenis vaksinnya sinopharm,” jelas Amrih.

Menurutnya, pengamanan dan pengawalan vaksinasi kepada ODGJ, disabilitas maupun lansia tersebut merupakan bentuk dukungan Polri kepada pemerintah. Hal ini agar kekebalan kelompok di tengah masyarakat dapat segera terbentuk.

“Alhamdulillah, saat ini persentase vaksinasi covid-19 di wilayah Kecamatan Arjosari sudah mencapai 90% persen. Semoga terealisasi semua,” tukasnya.

Penulis : Sigit

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578