HUTRI
ArtikelEdukasiNasional

Tim Peneliti Program Studi Pariwisata, UPN Veteran Jawa Timur Melakukan Identifikasi Daya Tarik Wisata Mangrove di Pulau Bawean

10
×

Tim Peneliti Program Studi Pariwisata, UPN Veteran Jawa Timur Melakukan Identifikasi Daya Tarik Wisata Mangrove di Pulau Bawean

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 15 12 01 34 41 C37D74246D9C81Aa0Bb824B57Eaf7062
Info Iklan hubungi 085183255578

 

 

Breaking News

GELORAJATIM.COM – Tim Peneliti Program Studi Pariwisata Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Model Ekowisata Mangrove Berbasis Konservasi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik” pada 22-30 Juli 2026.

Tim peneliti terdiri dari Joko Mijiarto, Garsione Agni Andrea, A. Muammar Alawi, Sheidy Yudhiasta, Farid Asfari Rahman, Puguh Andhi Setiawan, Raditya Wahyu Manggala, Mareska Widyani, Maria Crystela. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi khususnya pada aspek penelitian.

Penelitian didanai oleh LPPM UPN Veteran Jawa Timur melalui tema Penelitian Tematik Mangrove. Penelitian ini mendukung pencapaian IKU dari universitas yaitu IKU 5 (luaran kerja sama dan inovasi), IKU 7 (kontribusi terhadap SDGs), dan IKU 8 (dampak riset bagi masyarakat dan pembangunan).

Adapun SDGs yang tercapai dari penelitian ini adalah SDGs 1 Tanpa kemiskinan, SDSs 8 Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 10 berkurangnya kesenjangan, SDGs 14 Menjaga Ekosistem Laut dan SDGs 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan.Screenshot 2026 09 15 12 01 04 48 C37D74246D9C81Aa0Bb824B57Eaf7062

Tim peneliti melakukan observasi pada empat Lokasi mangrove yang berada di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura dan Desa Tambak, Kecamatan Tambak. Selain itu, Tim peneliti juga melakukan wawancara kepada pengelola Mangrove Hijau Daun, Masyarakat, UPT Destinasi Wisata Terpadu Kawasan Bawean, Sabandar Pulau Bawean dan wisatawan.

“Masyarakat di Pulau Bawean mendukung pengembangan wisata mangrove di Pulau Bawean sehingga menambah daya Tarik wisata bagi Masyarakat, namun Masyarakat memberi catatan bahwa pengembangan wisata mangrove harus tetap memperhatikan aspek lingkungan karena mangrove berperan penting dalam menjaga abrasi,” ujar Bapak Subkhan selaku Pengelola Mangove Hijau Daun.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, mangrove di Pulau Bawean memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya Tarik wisata dengan karakteristik yang ada. Mangrove Pulau Bawean dapat dikembangkan menjadi wisata Edukasi, Gastronomi, minat khusus dan juga wildlife tourism.

“Pengembangan wisata mangrove ini dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang akan datang ke Pulau Bawean. Semakin banyak daya Tarik wisata yang dapat dikembangkan dan dikunjungi, maka lama tinggal wisatawan akan bertambah lama yang berdampak pada meningkatnya penerimaan ekonomi bagi Masyarakat Pulau Bawean” Ujar Garsione Agni Andrea selaku tim peneliti.

Laporan Penelitian oleh Joko Mijiarto – Dosen Program Studi Pariwisata UPN Veteran Jawa Timur.

 

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578