MOJOKERTO — Pemerintahan Desa Kedungmaling, kecamatan Sooko Mojokerto, kinerja para aparatur desanya mendapat sorotan warganya, terutama perihal pembagian bantuan sosial (Bansos).
Dalam hal ini kepala desa Kedungmaling E.P yang mestinya memastikan bantuan baik tunai maupun non tunai kepada warga sudah tepat sasaran apa belum, malah tidak mengetahuinya.
Hal ini juga membuat sebagian warga yang tidak mendapat bantuan mengeluh, lantaran penyaluran bansos- bansos tersebut dinilai kurang transparan dan tebang pilih.
Informasi yang dihimpun, N.K alias Iva selaku kaur umum memasukkan data warga penerima bantuan terkesan asal- asalan. Saat ditanya terkait kebenaran data tersebut, iva mengatakan dirinya mendapatkan data dari ketua RW masing-masing,“ katanya kepada awak media.
Seorang warga yang tak ingin disebut namanya menuturkan, bahwa kriteria warga yang mampu malah mendapatkan bantuan tersebut, mampu dalam hal ini memiliki mobil, toko, serta rumah terkesan mewah malah mendapatkan bantuan berupa BPNT. “Itukan menunjukkan bahwa bantuan tidak tepat sasaran,“ ucapnya, Sabtu, (8/6/2024).
Masih kata dia, setiap penerima bantuan BPNT menyisihkan hasil bantuan tersebut buat ketua RW yang telah memasukkan data, anehnya warga sebagai penerima bantuan juga masih kerabat ketua RW 09, Iswahyudi.
“Dan yang lebih parah lagi, ada salah satu warga RT 25/09 yang bernama ibu Kiki penyandang disabilitas tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, sewaktu di konfirmasi ke Dinsos kabupaten Mojokerto data penerima bantuan PKH dan BPNT sudah keluar, tapi bantuan tersebut tidak sampai pada ibu Kiki,“pungkasnya.
Dari pantauan tim awak menyampaikan, disinilah bisa ambil kesimpulan kalau pemerintahan desa kedungmaling tidak transparan dalam menjalankan tugasnya, kurang bisa melayani warga masyarakat dan kepala desa terkesan tutup mata atas kejadian yang menimpa ibu Kiki penyandang disabilitas. (Sult)






