Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (18/06/2026) dini hari. Bangunan milik Sugito tersebut terbakar bersama seluruh isinya, termasuk bahan daur ulang plastik yang tersimpan di lokasi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.31 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan karena banyaknya material mudah terbakar yang berada di dalam area rumah. Luas area kebakaran mencapai kurang lebih 200 meter persegi, sementara bangunan yang terbakar seluas sekitar 100 meter persegi.
Petugas Pemadam Kebakaran Pos Unit Candi menerima laporan dari warga bernama Riski pada pukul 00.57 WIB. Mendapat laporan tersebut, petugas dari Pos Damkar Unit Candi dan Pos Damkar Unit Porong langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Besarnya kobaran api serta banyaknya bahan daur ulang plastik yang mudah terbakar membuat proses pemadaman cukup sulit. Petugas harus bekerja selama beberapa jam untuk mengendalikan api hingga akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 03.34 WIB.
Akibat kejadian ini, bangunan rumah beserta seluruh isinya tidak dapat diselamatkan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Kerugian material masih dalam proses pendataan dan belum dapat ditaksir.
Hasil pendataan sementara menyebutkan bahwa penyebab kebakaran diduga berasal dari aktivitas membakar sampah yang kemudian memicu api menjalar ke bangunan dan tumpukan bahan daur ulang plastik. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar sebelum petugas menerima laporan dari warga.
Humas BPBD Sidoarjo, Yoli Wisnu, mengatakan keterlambatan laporan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api sulit dikendalikan saat petugas tiba di lokasi. “Informasi kejadian kami terima sekitar 26 menit setelah kebakaran terjadi. Saat petugas datang, api sudah membesar dan meluas karena banyaknya material yang mudah terbakar di lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media GELORAJATIM.COM, Jumat (19/06/2026).
Yoli menambahkan, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah di lingkungan permukiman. Menurutnya, tindakan tersebut memiliki risiko tinggi memicu kebakaran, terutama saat berada di dekat bangunan atau tumpukan bahan yang mudah terbakar. “Kami mengimbau warga untuk tidak meninggalkan api saat membakar sampah dan memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan ke petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga dampak kerugian dapat diminimalkan,” pungkasnya. (rif)
















