SIDOARJO, GELORAJATIM.COM – Perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sidoarjo harus benar – benar menjadi perhatian khusus pimpinan daerah yang baru Bupati H. Subandi dan Wabup Hj. Mimik Idayana , hal ini dikarenakan sangat banyak ruas jalan yang saat ini kondisinya rusak parah , disamping karena intensitas hujan tinggi yang menyebabkan jalan tergenang air , juga karena lambatnya pemeliharaan jalan dari Dinas PU Bina Marga Sidoarjo dan juga hilangnya saluran air yang ada hingga menyebabkan banjir ketika hujan turun.
Contoh Jln. Panglima Sudirman Kletek (Depan PT. Atrisco) , ruas jalan yang mengarah ke Sukodono atau sebaliknya , sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan , dan hampir tiap tahun ketika musim hujan jalan ini rusak berlubang dan sangat parah , bahkan tiap tahun menelan korban pengguna jalan baik yang luka ringan , luka berat bahkan sampai meninggal dunia.
Tercatat tahun lalu ada 2 orang warga Pacet yang meninggal ditempat karena terperosok lubang yang cukup dalam , bahkan juga sempat dua kali aksi relawan peduli jalan dan warga menggelar aksi tanam pohon pisang dilokasi ini.

Plh. Kepala Desa Kletek H.Muhamad Cholis yang ditemui awak media GeloraJatim dikantor Desa Kletek Selasa ( 11/03/2025 ) Siang , terkait kembali rusaknya jalan Panglima Sudirman beliau juga ikut prihatin dengan kondisi jalan diwiliyahnya yang mana perbaikan dan pemeliharaannya menjadi kewenangan pemerintah daerah ,” Kami sudah bersurat ke Dinas melalui Kecamatan ,” ujar Abah Cholis.
” Jalan ini baru sekitar 3 minggu atau 1 bulan yang lalu ditambal oleh Dinas PU Bina Marga , akan karena intensitas curah hujan cukup tinggi serta buntu atau hilangnya saluran air dikanan kiri jalan yang mengakibatkan air menggenangi jalan dan aspal kembali terkelupas “, papar Cholis.
Lebih lanjut Abah Cholis mengatakan ,” kami sudah mengusulkan dalam musrenbang kemarin untuk betonisasi serta pembuatan saluran air ( box culvert ) disisi kanan dan kiri jalan “, imbuh Cholis.
” Harapan saya ada tindakan cepat dari Dinas PU , mengingat ruas jalan tersebut tergolong padat arus lalu lintasnya , jangan sampai jatuh korban lebih banyak lagi , karena beberapa kali sudah ada korban yang jatuh akibat terperosok “, pungkas Cholis.
Sementara itu Hartono , salah satu pengguna jalan yang diwawancarai mengaku harus ekstra hati – hati ketika melewati jalan Panglima Sudirman Kletek ,” Saya tiap hari lewat jalan ini , dan harus ekstra hati – hati karena jalan yang berlubang ini bisa membuat saya atau pengendara lain terjatuh “, ujar Hartono.
” Kenapa sih selalu lambat perbaikan jalannya…? “, Keluhnya , ” Dan juga jalan ini seharusnya bukan lagi ditambal sulam akan tetapi sudah harus ada perbaikan entah peninggian jalan dengan aspal atau betonisasi “, ujar Hartono berharap.
” Semoga segera ada perbaikan dari instansi terkait agar tidak semakin banyak korban jatuh yang notabene adalah pembayar pajak yang berhak atas fasilitas jalan yang baik “, pungkas Hartono.
Pantauan awak media GeloraJatim dilokasi , kerusakan jalan saat ini lebih parah dari sebulan yang lalu saat sebelum ditambal , salah satu penyebabnya adalah buntunya saluran air yang ada.
Semoga ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah , mengingat pemeliharaan dan perbaikan jalan dari hasil pajak yang dipungut dari masyarakat , masyarakat berhak atas infrastruktur jalan yang bagus serta nyaman ketika berkendara , masyarakat pengguna jalan juga berhak melakukan gugatan ke pemerintah daerah apabila menjadi korban kecelakaan akibat kerusakan jalan , yang artinya pemerintah daerah tidak menjalankan kewajibannya memberi fasilitas jalan yang baik untuk masyarakat yang sudah membayar pajak.
Haruskah ada aksi warga dulu baru ada action dari Dinas PU Bina Marga…? Mengingat dua kali di ruas jalan yang sama , warga sudah berkali – kali menguruk dengan matrial seadanya akan tetapi tidak kunjung ada perbaikan , yang akhirnya warga menggelar aksi tanam pohon pisang dan barulah besoknya Dinas PU Bina Marga turun melakukan penambalan jalan , semoga ini tidak sampai terjadi dan dinas terkait segera ada tindakan. (Rief)
















