Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Kemunculan sarang tawon vespa kembali meresahkan warga Kabupaten Sidoarjo. Kali ini, sarang tawon berbahaya tersebut ditemukan menempel di sebuah pohon mangga yang berada di samping Mushola Wakaf Al Ikhlas, Kavling Dusun Jenek Kulon, Desa Krembangan, Kecamatan Taman.
Keberadaan sarang tawon vespa ini membuat warga sekitar waswas. Pasalnya, sengatan tawon vespa dikenal sangat berbahaya dan dapat berujung fatal hingga menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Beberapa bulan lalu, insiden sengatan tawon vespa diduga menyebabkan dua warga Sidoarjo meninggal dunia, masing-masing di wilayah Kecamatan Tarik dan Kecamatan Prambon.
Sarang tawon vespa yang berada di atas pohon mangga setinggi sekitar tiga meter tersebut akhirnya dilaporkan ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Unit Sukodono pada Rabu (04/02/2026) siang.
Menindaklanjuti laporan itu, tiga personel dari Regu Tim Penyelamatan (Rescue) Damkar Unit Sukodono segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi sarang tawon vespa yang berukuran sebesar kepala orang dewasa.
Komandan Regu (Danru) Rescue Damkar Unit Sukodono, Roni, menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari salah satu warga setempat bernama Bambang yang merasa khawatir dengan keberadaan sarang tersebut.
“Semula kami mendapat laporan dari Bapak Bambang terkait adanya sarang tawon vespa di atas pohon yang berada di depan rumahnya,” ujar Roni.
Roni menambahkan, warga baru menyadari keberadaan sarang tawon vespa itu saat hendak membersihkan rumput liar di bawah pohon mangga. Karena ukurannya semakin membesar dan dinilai membahayakan, laporan segera disampaikan ke petugas damkar.
Tak butuh waktu lama, tim rescue tiba di lokasi sekitar pukul 13.10 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung menyiapkan sejumlah peralatan keselamatan seperti helm petzl, sarung tangan, Alat Pelindung Diri (APD) khusus tawon, serta satu karung untuk evakuasi sarang.
“Kami lakukan observasi terlebih dahulu untuk memastikan posisi sarang tawon agar proses evakuasi bisa berjalan aman dan lancar. Ternyata sarang berada di bagian pohon yang cukup rindang,” jelas Roni.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Petugas menggunakan tangga untuk memanjat pohon dan membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga sarang tawon vespa berhasil diturunkan dengan aman tanpa menimbulkan korban.
Sebagai penutup, Roni mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan sarang tawon vespa. “Bagi warga yang menemukan sarang tawon vespa di pohon, atap rumah, atau tempat lain, segera laporkan ke pemadam kebakaran terdekat agar bisa segera dievakuasi secara aman,” pungkasnya. (rif)
















