Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Isu dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswi SD Negeri Pekarungan, Kecamatan Sukodono, yang sempat viral di media sosial dipastikan tidak benar. Hasil penyelidikan Polsek Sukodono mengarah pada dugaan percobaan penipuan dengan modus mengincar perhiasan anting yang dikenakan korban.
Peristiwa tersebut terjadi saat dua siswi kelas III SD Negeri Pekarungan pulang sekolah pada Jumat (24/07/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Informasi yang beredar di media sosial sempat membuat warga resah karena disebut sebagai upaya penculikan anak.
Kanit Reskrim Polsek Sukodono, Iptu Yusuf Hasan Efendi, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima informasi yang beredar di masyarakat. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya unsur percobaan penculikan.
Menurut Yusuf Hasan Efendi, pelaku diduga merupakan seorang perempuan tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Honda Vario. Perempuan tersebut menghampiri kedua siswi dan berusaha membujuk mereka dengan alasan ingin mengukur baju.
Dalam aksinya, pelaku meminta korban melepas anting yang dikenakan. Namun, kedua siswi merasa curiga sehingga menolak permintaan tersebut. Keduanya kemudian berlari kembali ke sekolah dan melaporkan kejadian yang dialami kepada guru.
Beruntung, tidak ada barang milik korban yang berhasil diambil dan kedua anak tersebut juga tidak mengalami kekerasan maupun upaya membawa paksa. Dugaan sementara, pelaku hanya berupaya mengelabui korban agar menyerahkan perhiasan yang dikenakannya.
Kanit Reskrim Polsek Sukodono Iptu Yusuf Hasan Efendi menegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya percobaan penculikan tidak sesuai dengan hasil penyelidikan.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa itu bukan percobaan penculikan. Dugaan sementara merupakan modus penipuan untuk mengambil anting yang dikenakan anak. Korban tidak mengalami kekerasan maupun upaya dibawa paksa, dan tidak ada barang yang berhasil diambil karena korban langsung berlari kembali ke sekolah,” ujarnya, Senin (27/07/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di luar rumah maupun sepulang sekolah. Jika menemukan kejadian mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkas Yusuf Hasan Efendi. (rif)
















