GELORAJATIM.COM – Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk sebanyak 278 juta manusia yang sangat banyak, hal ini dikarenakan wilayah Indonesia yang sangat luas serta banyaknya pulau-pulau yang ada menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman ragam, banyaknya campuran budaya-budaya di Indonesia yang menjadikan negara Indonesia menjadi lebih berwarna dan terkenal. Dan 24 % dari total penduduk Indonesia adalah kalangan remaja.
Seperti yang kita ketahui saat ini, banyak juga budaya-budaya asing yang telah masuk dan bahkan bercampur di Indonesia seperti club malam dan yang lain sebagainya. Perlu diperhatikan bahwa budaya asing yang kini telah tercampur di Indonesia sebenarnya memiliki dan membawa pengaruh buruk bagi setiap orang, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.
Budaya asing yang kini dianggap seolah-olah hal biasa bisa saja sangat berpengaruh besar bagi kehidupan setiap anak. Banyak kita jumpai saat ini di berbagai sekolah, berbagai daerah, bahkan terkadang di lingkungan sekitar kita, anak-anak remaja yang masih berada di usia dini sudah mulai terpengaruh oleh dampak budaya tersebut, yang menjadikan anak itu bergabung dan bahkan bergaul secara bebas.
Seperti yang ramai dibicarakan saat ini di berbagai media seperti koran dan televisi, banyak sekali siswa-siswi, anak-anak yang masih di bawah umur tertangkap sedang melakukan hal yang tidak sewajarnya dilakukan oleh mereka, yang sayangnya sering kali dilakukan semata-mata karena kepuasan semata. Hal seperti ini seharusnya menjadi cambukkan bagi orang tua agar selalu memperhatikan anak-anak mereka.
Contohnya, perilaku seks bebas yang saat ini sangat ramai dibicarakan di kalangan masyarakat menjadi salah satu contoh pergaulan bebas yang sangat merugikan masa depan setiap anak. Kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tua sering kali menjadi alasan mengapa anak tersebut terjerumus ke hal-hal seperti itu.
Pergaulan bebas yang sering terjadi saat ini, seperti yang banyak kita jumpai, anak-anak SMA, SMP, bahkan SD, sudah terjerumus ke hal-hal yang tidak baik seperti merokok, narkoba, mabuk-mabukan, bahkan sampai melakukan hal gila lainnya. Bagaimana bisa anak-anak Indonesia memiliki masa depan yang cerah jika sedari kecil mereka sudah terjerumus ke hal-hal tidak baik seperti pergaulan bebas? Oleh karena itu, sedini mungkin sangat perlu diajarkan kepada setiap anak mengenai hal-hal yang seharusnya tidak mereka dekati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kurangnya perhatian dari lingkungan sekitar menjadi peluang besar bagi anak tersebut dengan mudah terjerumus ke hal-hal yang mereka anggap menyenangkan dan membahagiakan, padahal nyatanya hal itu lah yang justru membuat mereka hancur. Oleh karena itu, disarankan kepada setiap orang tua untuk memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anak mereka, memberikan wawasan, dan membekali mereka dengan ilmu dan kegiatan yang positif sehingga tidak akan tercipta celah sedikit pun bagi oknum pelaku pergaulan bebas mempengaruhi setiap anak.
Hal yang paling mendasar yang perlu dilakukan agar sang anak tidak terjerumus adalah memperhatikan setiap circle pertemanan sang anak dan sering bertukar cerita mengenai apa yang telah dialami sang anak. Hal ini dapat menjadikan sang anak lebih terbuka, dan kita dapat lebih mudah mengetahui kondisi lingkungan sekitar anak kita. Sudah banyak artikel yang menulis mengenai banyaknya korban pelecehan seksual yang dialami oleh para remaja di Indonesia, oleh karena itu, mulailah menjadi seorang remaja yang produktif akan hal-hal positif dan pandai memilih circle pertemanan yang baik untuk diri sendiri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Perlu disadari bahwa pengaruh budaya asing dan pergaulan bebas di kalangan anak-anak dan remaja Indonesia menjadi tantangan serius bagi pembentukan karakter dan masa depan generasi muda. Meskipun keberagaman budaya memberikan warna tersendiri bagi negara Indonesia, dampak negatif dari campuran budaya asing telah membawa pengaruh buruk, terutama dalam konteks pergaulan bebas.
Anak-anak dan remaja yang terpengaruh oleh budaya asing sering kali terjerumus ke dalam perilaku yang tidak sehat, seperti pergaulan bebas, konsumsi narkoba, merokok, dan tindakan menyimpang lainnya. Kurangnya perhatian orang tua, kurangnya pendidikan seks yang komprehensif, dan tekanan dari media sosial menjadi faktor yang memperburuk situasi ini.
Pentingnya peran orang tua dalam memberikan perhatian, bimbingan, dan nilai-nilai moral kepada anak-anak tidak bisa diabaikan. Dukungan keluarga, pendidikan seks yang tepat, serta pemilihan pertemanan yang baik dapat menjadi langkah-langkah preventif dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif tersebut.
Upaya bersama dari masyarakat, pemerintah, sekolah, dan keluarga sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif anak-anak. Melalui pendekatan holistik ini, diharapkan dapat mencegah penyebaran budaya asing yang tidak sehat dan merugikan serta memberikan fondasi yang kuat bagi generasi muda Indonesia untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Penulis: Damar Wulan Saipar, Muhammad Erlangga Aditia, Nanda Varel Erfianto, dan Rihha Listiyarosi. (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pakuan Bogor)
















