Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Harapan seorang pelajar kelas III SMP di Kecamatan Sedati untuk memiliki sepeda ontel impiannya justru berujung kekecewaan. Uang tabungan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun sebesar sekitar Rp1,2 juta diduga habis setelah menjadi korban penipuan jual beli sepeda melalui akun TikTok.
Korban berinisial S awalnya tertarik dengan unggahan akun TikTok @jualonthelmurahamanah yang menawarkan sepeda ontel seharga Rp700 ribu. Karena sudah lama menginginkan sepeda tersebut, S memutuskan membeli menggunakan uang tabungannya dengan melakukan pembayaran secara bertahap sebanyak tiga kali hingga total Rp800 ribu.
Namun setelah pembayaran lunas, sepeda yang dijanjikan tak kunjung dikirim. Bukannya memberikan nomor resi pengiriman, terduga penjual justru kembali meminta korban mentransfer uang tambahan dengan berbagai alasan, mulai dari biaya pengiriman hingga biaya pengamanan barang.
Ibu korban, Lilis, kemudian mengambil alih komunikasi dengan terduga pelaku karena khawatir anaknya terus ditekan. Ia bahkan ikut mentransfer uang sebanyak tiga kali dengan total Rp400 ribu. Meski total uang yang telah dikirim mencapai sekitar Rp1,2 juta, sepeda yang dijanjikan tetap tidak pernah diterima.
Lilis mengatakan anaknya membeli sepeda menggunakan uang tabungan yang dikumpulkan sendiri selama bertahun-tahun. Ia mengaku awalnya percaya karena pelaku terus meyakinkan bahwa barang akan segera dikirim.
“Anak saya memang ingin punya sepeda. Uangnya dari tabungannya sendiri yang sudah lama dikumpulkan. Awalnya katanya untuk ongkir, lalu minta lagi untuk biaya pengamanan. Setiap saya minta resi, jawabannya hanya disuruh sabar,” ujar Lilis, Kamis (23/07/2026).
Kecurigaan semakin muncul karena setiap kali meminta kejelasan mengenai pengiriman, terduga pelaku justru kembali meminta tambahan uang. Bahkan, menurut Lilis, pelaku diduga mengancam akan menyebarkan video wajah anaknya yang sebelumnya diminta sebagai bukti bahwa korban benar-benar berniat membeli sepeda. “Barang belum datang, resinya juga tidak pernah dikirim, tetapi dia terus meminta tambahan uang. Ini namanya pemerasan,” tegasnya.
Lilis menuturkan terduga pelaku mengaku berasal dari Yogyakarta, namun identitasnya tidak pernah dijelaskan secara pasti. Seluruh komunikasi hanya dilakukan melalui nomor telepon dan akun TikTok @jualonthelmurahamanah. Hingga Kamis (23/07/2026), sepeda yang dijanjikan belum diterima dan nomor resi pengiriman tidak pernah diberikan. Meski sebelumnya sempat berjanji tidak akan meminta uang lagi, terduga pelaku kembali meminta tambahan pembayaran, sehingga keluarga berharap kasus tersebut dapat menjadi perhatian agar tidak ada korban lain yang mengalami kejadian serupa. (rif)
















