Hari jadi
Peristiwa

Ledakan Hebat di PT Great Wall Steel Waru, Satu Tewas dan Dua Karyawan Terluka

214
×

Ledakan Hebat di PT Great Wall Steel Waru, Satu Tewas dan Dua Karyawan Terluka

Sebarkan artikel ini
20260406 184520 Scaled
HRD General Affair PT GWS Heri Prasetyo, saat memberikan keterangan Pers terkait ledakan di PT GWS.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Suasana mencekam menyelimuti kawasan industri di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, setelah sebuah ledakan dahsyat mengguncang pabrik peleburan baja milik PT Great Wall Steel (GWS), Senin (06/04/2026). Insiden tragis tersebut menelan satu korban jiwa dan menyebabkan dua pekerja lainnya mengalami luka serius.

Peristiwa nahas itu diduga berasal dari aktivitas pemotongan besi tua di area produksi. Ledakan terjadi secara tiba-tiba saat dua karyawan tengah melakukan pemotongan material menggunakan peralatan standar, hingga memicu lontaran pecahan besi ke berbagai arah.

Breaking News

HRD General Affair PT GWS Heri Prasetyo, mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia merupakan seorang kernet dari perusahaan supplier yang saat kejadian sedang beristirahat di area parkir, berjarak lebih dari 50 meter dari titik ledakan.

“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang disebabkan hantaman material besi,” ujar Heri dalam konferensi pers di hadapan awak media.

Sementara itu, dua korban luka berat diketahui merupakan karyawan internal PT GWS yang bertugas di bagian pemotongan. Keduanya saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Heri menegaskan bahwa seluruh aktivitas operasional di pabrik sejatinya telah mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) serta aturan keselamatan kerja yang berlaku. Ia juga menyebut bahwa setiap tamu atau pekerja dari luar perusahaan diwajibkan mengenakan alat pelindung diri saat berada di area pabrik.

“Tamu dari luar, termasuk sopir maupun kernet, diwajibkan menggunakan helm keselamatan saat memasuki area kerja,” jelasnya.

Terkait dampak yang dirasakan warga sekitar, pihak manajemen PT GWS memastikan akan bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang ditimbulkan akibat ledakan tersebut. Koordinasi dengan pemerintah desa setempat juga telah dilakukan untuk proses pendataan kerugian.

“Saya sudah berkomunikasi dengan kepala desa. Insyaallah besok kami akan mendatangi rumah warga yang terdampak. Kami akan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi, sesuai instruksi pimpinan,” tegas Heri.

Hingga kini, Tim Inafis Polresta Sidoarjo masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti ledakan, termasuk kemungkinan adanya kandungan zat kimia atau gas berbahaya yang terjebak di dalam material besi tua tersebut. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578
error: