Hari jadi
Edukasi

Kelompok 39 KKN Tematik SDGs Gelar Sosialisasi Budidaya Hidroponik Kangkung di Kelurahan Bulak

144
×

Kelompok 39 KKN Tematik SDGs Gelar Sosialisasi Budidaya Hidroponik Kangkung di Kelurahan Bulak

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2025 07 19 12 26 40 97 99C04817C0De5652397Fc8B56C3B3817 1
kegiatan sosialisasi budidaya kangkung secara hidroponik di wilayah Kelurahan Bulak, Surabaya.foto: mahasiswa
Info Iklan hubungi 085183255578

SURABAYA, GELORAJATIM.COM — 18 Juli 2025. Mahasiswa Kelompok 39 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sustainable Development Goals (SDGs) dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan sosialisasi budidaya kangkung secara hidroponik di wilayah Kelurahan Bulak, Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan alternatif pertanian urban yang efisien dan ramah lingkungan, khususnya di daerah perkampungan wilayah Bulak, Surabaya.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Ibu Sri Rahayu, seorang praktisi hidroponik sekaligus beliau menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki Jitu Kedurus Surabaya di tahun 2022 hingga saat ini. Dalam paparannya, Ibu Sri Rahayu menjelaskan teknik dasar hidroponik, mulai dari persiapan alat dan bahan, pemilihan benih kangkung, hingga proses perawatan tanaman.

Breaking News

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa sistem hidroponik tidak harus menggunakan sarana yang mahal. Media tanam dapat disederhanakan dengan memanfaatkan botol bekas air mineral sebagai pengganti pipa PVC.

“Kami membuktikan bahwa dengan metode sederhana sekalipun, seperti menggunakan botol bekas, tanaman kangkung tetap dapat tumbuh dengan baik. Dalam praktiknya, kelompok kami dapat melakukan panen setiap hari Senin dan Kamis,” ujar Ibu Sri Rahayu.

Img 202507200 121106395
Sri Rahayu saat memberikan paparan, foto: dok mahasiswa

Ibu Sri Rahayu juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan nutrisi dalam larutan hidroponik. Ia menjelaskan bahwa gejala kekurangan nutrisi dapat dilihat dari daun kangkung yang menguning. Oleh karena itu, pengecekan volume air dan penambahan nutrisi perlu dilakukan secara rutin.

“Air harus dicek setiap hari. Ketika volumenya berkurang, penambahan air sebaiknya disertai dengan larutan nutrisi, dengan kadar maksimal hingga 1000 ppm. Dengan demikian, setiap penambahan air secara otomatis turut menambah kandungan nutrisi bagi tanaman,” jelasnya

Terkait struktur pelindung tanaman, masyarakat sempat menanyakan perihal penggunaan paranet sebagai atap. Menanggapi hal tersebut, narasumber menyarankan agar menggunakan plastik UV sebagai pelindung utama, karena dapat menghalau hama serta mencegah air hujan langsung masuk ke dalam tandon nutrisi.

Selain itu, Ibu Sri Rahayu juga menyampaikan bahwa proses penyerapan nutrisi sebaiknya berasal dari dua arah, yakni dari bawah melalui larutan nutrisi, dan dari atas melalui penyemprotan daun. Kombinasi tersebut akan mendorong pertumbuhan daun yang lebih lebar serta batang yang lebih kokoh.

Kegiatan sosialisasi ini turut mendapatkan tanggapan positif dari Ketua RW setempat, Pak Bisri, yang menyampaikan pentingnya pendekatan praktik langsung agar pemahaman masyarakat tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.

“Pemaparan teori memang penting, namun akan lebih optimal jika disertai dengan praktik langsung,” ujar Pak Bisri dalam sesi diskusi.

Img 202507200 121206613
Sumber : dokumentasi pribadi

Sebagai bentuk respons terhadap hal tersebut, narasumber Ibu Sri Rahayu bersama Pak Bisri juga memandu peserta dalam praktek sederhana budidaya hidroponik. Pada sesi tersebut, peserta diajak untuk langsung mencoba menanam kangkung menggunakan media rockwool, kain flanel sebagai sumbu air, dan larutan nutrisi dalam wadah sederhana. Praktik ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa sistem hidroponik dapat dijalankan dengan alat dan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

“Kami ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa memulai hidroponik dari rumah, bahkan dengan alat yang sangat sederhana sekalipun. Yang terpenting adalah memahami prinsip dasarnya, yaitu air bernutrisi dan sistem aliran yang stabil,” jelas Bu Sri.

Melalui praktik langsung ini, masyarakat tampak antusias dan mulai menyadari bahwa hidroponik bukanlah metode yang rumit atau mahal, tetapi justru menjadi alternatif efektif untuk memanfaatkan lahan sempit secara produktif.

Diharapkan bahwa kegiatan ini mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat Kelurahan Bulak dalam mengimplementasikan pertanian hidroponik di lingkungan rumah tangga, sebagai kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis lokal secara berkelanjutan.

Penulis: Riyanti Teressa

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578
error: