Simbolis penyerahan bantuan.
Surabaya, Gelorajatim.com _ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima hibah bantuan dana dan tenaga pendidik dari Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat melalui institusi Regional English Language Office (RELO). Dalam kunjungannya di ITS Global Kampong, RELO membahas mengenai keberlanjutan program Academic Writing Center (AWC).
Diketahui bahwa AWC merupakan salah satu program yang dibawahi oleh ITS Global Engagement atau Direktorat Kemitraan Global (DKG) ITS dan Direktorat Pascasarjana serta Pengembangan Akademik ITS. Program ini membantu mahasiswa ITS dalam menghasilkan tulisan akademik berbahasa Inggris yang layak publikasi secara internasional.
“ITS adalah mitra inovatif dan aktif dalam mengembangkan World Class University,” ungkap Dr Bradley Horn, Regional English Language Officer US Embassy Jakarta.
Program ini dibuka mahasiswa pascasarjana, dosen, dan mahasiswa sarjana tahun akhir. Dalam sambutannya, Dr Bradley Horn mengatakan bahwa ITS merupakan empat dari universitas di Indonesia yang berhak mendapatkan hibah bantuan. Berharap bahwa empat universitas ini dapat saling berkolaborasi. “Misi yang kami bawa memperkuat relasi antara Amerika Serikat dan Indonesia di bidang pendidikan,” tuturnya, Jumat (19/11/2021).
Assistant Cultural Officer US Embassy Jakarta Mary K Threchock mengungkapkan bahwa ITS dan RELO berkomitmen kuat membawa masa depan lebih baik bagi pendidikan di Indonesia dan dunia. “Tidak hanya sebatas menciptakan jurnal berkualitas, tapi karya harus berdampak positif bagi dunia,” ucapnya.
Prof Heri Kuswanto, Direktur Pascasarjana dan Pengembangan Akademik ITS sekaligus koordinator program AWC mengatakan bahwa telah tersedia beberapa program yang dapat menunjang kemampuan mahasiswanya. Ada program workshop, 1on1 consultation, Researcher and Research Student Enrichment Program (R2SEP), serta ITS Research Leadership Program. “Mahasiswa akan mendapat pelatihan secara personal oleh tutor pada program 1on1 consultation,” tutur dosen Departemen Statistika ITS ini.
Program ini dapat berjalan efektif walau di masa pandemi. Pihaknya sendiri telah merancang sistem hybrid (daring dan luring) demi kelancaran program ke depannya. “Terima kasih kepada RELO yang telah mendukung program AWC ITS ini. Semoga program ini dapat terus berlanjut dan dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa ITS,” tutup Prof Heri Kuswanto. (Heri Santoso)




