PASURUAN, GELORAJATIM.COM – Senin, 25 November 2024. Mahasiswa Bina Desa Program Kompetisi Kampus Merdeka atau biasanya disebut PKKM program studi Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar pelatihan terkait pengolahan limbah serabut kelapa menjadi Coco-Pot.
Program ini dilaksanakan oleh Kelompok 3 Bina Desa PKKM program studi Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur yang beranggotakan 6 mahasiswa yaitu Rico Yanuar Ardiansyah, Indah Rahayu Dwi Ningsih, Kezia Adelia, Nurfarisa Yuristya, Abdurrahman, dan Surya Duta Wiharsono.
Sejumlah mahasiswa tersebut melaksanakan pelatihan ini guna memberdayakan ibu rumah tangga melalui inovasi pembuatan Coco-Pot dari serabut kelapa. Coco-Pot adalah pot ramah lingkungan yang dibuat dari serat kelapa yang biasanya dianggap limbah, kini diubah menjadi produk bernilai ekonomis.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan limbah serabut kelapa yang melimpah di Desa Kemiri, sekaligus membantu para ibu rumah tangga mengasah keterampilan dan kreativitas mereka dengan menciptakan peluang usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Menurut Nurfarisa, berdasarkan informasi yang didapat dari warga di Dusun Pangloan, buah kelapa di desa kemiri sangat melimpah. Namun, yang dimanfaatkan hanya air dan dagingnya sehingga serabut kelapa langsung dibuang dan tidak dimanfaatkan. Hal tersebut melatarbelakangi kegiatan pelatihan pengolahan limbah serabut kelapa menjadi Coco-Pot.

Pelatihan dilakukan dengan memberikan pemaparan kepada ibu-ibu rumah tangga tentang cara membuat Coco-Pot. Pelatihan ini mencakup teori dasar tentang manfaat serabut kelapa, cara pemisahan serat, hingga langkah-langkah teknis pembuatan pot. Langkah awal pembuatan Coco-Pot yaitu dengan menyiapkan serabut kelapa yang sudah dibersihkan dan menyiapkan tanaman hias, lalu membentuk serabut kelapa menjadi wadah sesuai dengan ukuran pot yang diinginkan. Setelah itu tanaman diletakkan di dalam serabut yang sudah dibentuk tadi dan diberi tanahnya juga. Gunakan kawat atau tali rami untuk mengikat dan membentuk pot sesuai dengan kreasi masing-masing.
Para peserta diajak mempraktikkan langsung pembuatan pot, di mana mereka bebas berkreasi dalam mendesain Coco-Pot yang nantinya bisa dipasarkan sebagai produk bernilai jual.
Mahasiswa mengadakan pelatihan pengolahan limbah serabut kelapa menjadi Coco-Pot pada hari Kamis, 26 September 2024. Kegiatan dilakukan di rumah Kepala Dusun Pangloan dengan dihadiri sekitar 15 ibu rumah tangga. Program ini didampingi dan dipelopori oleh sekelompok mahasiswa Bina Desa dari jurusan Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur.
Mereka Juga bekerja sama dengan pemerintah desa dan sejumlah pengrajin lokal untuk mendukung kegiatan tersebut serta didukung oleh Ibu Dr. Noor Rizkiyah, S.P., M.P. Ibu Prasmita Dian Wijayati, SP., M.Si. dan Bapak Risqi Firdaus Setiawan, S.P., M.P selaku dosen pembimbing yang berpengalaman di bidang agribisnis.
“Adanya pelatihan yang diadakan oleh Mahasiswa ini sangat bermanfaat untuk warga dusun terutama untuk Ibu-Ibunya karena dengan pelatihan pembuatan Coco-Pot, Ibu-Ibu dapat menyalurkan keterampilan mereka dan hasilnya juga bisa dijual. Selain itu, sekarang limbah serabut kelapa juga tidak hanya dibuang begitu saja tetapi bisa dimanfaatkan kembali” Kata Bu Nining, salah satu warga di Dusun Pangloan yang mendukung adanya pelatihan tersebut.
Melalui program ini, mahasiswa Bina Desa PKKM Agribisnis UPN “Veteran” Jatim berharap dapat menciptakan perubahan positif bagi masyarakat Desa Kemiri, sekaligus memberikan solusi praktis untuk pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan.
Penulis: Kelompok 3 Bina Desa PKKM 2024, Mahasiswa UPN ”Veteran” Jatim
















