Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani ketika berdialog dengan para pengusaha wilayah Kecamatan Cerme.
GeloraJatim.com _ Tak kurang dari 78 peserta hadir terdiri dari para pengusaha, pengembang perumahan dan masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha dan Masyarakat Gresik Barat. Kali ini menggelar dialog bersama Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, SE yang akrab disapa Gus Yani.
Turut menghadiri undangan dialog bersama Bupati Gresik tersebut, terlihat Ir. A. Washil Miftahul Rachman MT, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, M. Hamzah Takim SP.,M.HP (Salah satu anggota DPRD komisi II bidang perekonomian dan keuangan), HR. Hendry Ketua Abpednas (Asosiasi BPD Nasional), Endoong Wahyu Kuntjoro Plt. Kepala Dinas PU, Roni Kabid Lalu Lintas Dishub Gresik, Suyono Camat Cerme dan Kapolsek serta beberapa Kepala Desa, bertempat di rumah makan kawasan Kecamatan Cerme, Senin (25/10/2021).
Dialog bersama ini bertujuan untuk bersama-sama saling membantu, bahu-membahu diantara pengusaha, pengembang perumahan serta masyarakat di Kecamatan Cerme, Balongpanggang dan Benjeng. Ini merupakan suatu upaya bersama mencegah serta mengurangi dampak banjir Kali Lamong yang berpotensi meluap yang berakibat banjir. Kali Lamong yang pernah menenggelamkan ratusan desa yang berakibat lumpuhnya aktifitas kegiatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Gus Yani menyampaikan, ini merupakan suatu tahapan awal menuju persiapan pencegahan guna mengurangi dampak banjir Kali Lamong. Menggugah empati para pengusaha dan masyarakat untuk bersama berbuat amal baik yang bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri dengan mengubah pola berpikir dalam menekan penerapan mitigasi melalui kegiatan CSR. Dari yang sebelumnya memberi bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir dengan merubah menjadi kegiatan bagaimana caranya mencegah bencana,” terang Bupati Gresik.

Mitigasi itu sendiri adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Gus Yani juga menandaskan bahwa kuncinya kekompakan dan kebersamaan para pengusaha dan masyarakat, yang berkaitan dengan kebijakan menjadi bagian dari pemerintah daerah,” ungkap Bupati Gresik.
“Semoga usahanya makin sukses dan berkah,” pungkas Gus Yani dalam sambutannya yang di amini oleh semua peserta yang hadir.
Dalam dialog interaktif, mewakili para pengusaha, H. Somali yang merupakan pengusaha lokal di Kecamatan Cerme, Gresik yang juga sebagai koordinator Paguyuban Pengusaha dan Masyarakat Gresik Barat, meminta kepada Pemerintah Daerah. “Mohon agar menentukan jadwal operasional truk angkutan memuat barang yang melintas di Raya Cerme sampai Metatu. Termasuk kedepannya adanya peningkatan kelas jalan serta penetapan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” terangnya.
Menanggapi dialog interaktif, Sekda Kabupaten Gresik, Achmad Washil menyampaikan akan ada penetapan perubahan RTRW di wilayah Cerme.
“Raya Cerme hingga Metatu kelas jalan III, selama ini digunakan sebagai jalan akses lalu lintas dampak dari banjir Kali Lamong,” jawab Roni Kabid Lalu Lintas Dishub Gresik.
Ditemui awak media usai acara, HR. Hendry menyampaikan dengan menindaklanjuti pesan dari Bupati Gresik untuk menyerukan kepada seluruh BPD se- Kabupaten Gresik senantiasa menjaga kekompakan dan kebersamaan. Bersinergi dengan Kepala Desa serta jajarannya guna mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Gresik yang bertujuan membangun desa untuk kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Gresik.
Tak lupa ucapan terima kasih disampaikan kepada Komisi A DPRD Gresik yang telah memenuhi janjinya saat Abpednas diundang beraudiensi yakni melibatkan anggota BPD sebagai keterwakilan dari masyarakat dalam FGD Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan di Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Gresik,” imbuh HR. Hendry.
Konsep keterlibatan BPD dalam FGD ini sangat tepat karenanya dapat menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada wakil rakyat yang selama ini BPD selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik melalu Dinas Pekerjaan Umum yang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo sudah melakukan berbagai langkah. Prioritas jangka pendek yang dilakukan adalah dengan cara normalisasi Kali Lamong dan anak sungainya.
Acara dialog dilanjutkan sesi ke II, Bupati Gresik beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, untuk melihat progres normalisasi Kali Lamong yang sudah mulai dikerjakan. (Azl)




