SURABAYA — PT. El Kokar Timur yang diduga melakukan PHK secara sepihak mengadakan pertemuan dengan sejumlah karyawan yang dinonaktifkan hanya melalui WhatsApp, pada Rabu, 17 Juli 3024.
Adapun korban PHK sepihak yang hadir memenuhi undangan dari perusahaan yang terletak di Royal Regency Surabaya tersebut, diantaranya ASP, HMW, UW, YS, ABH, JAA, MT, TL dan YP.
Sedangkan dari pihak perusahaan PT. El Kokar dihadiri Direktur utama Dedi Trio, Manager teknis Arip Mahfud, HRD Suryadi, Manager Keuangan Agus Fuad.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, acara pertemuan dilakukan dari siang hingga sore hari ini menghasilkan beberapa notulen. Berikut ini 10 point hasil dalam pertemuan tersebut.
1. Latar belakang perusahaan sampai melakukan PHK karyawan, keputusan sangat sulit di ambil dengan memperhatikan beberapa faktor, akhirnya disepakati pihak management perusahaan yaitu faktor usia yang disasar.
2. Perusahaan menyesalkan adanya muncul publishment media di permasalahan ini.
3. Kami meminta berkas kontrak terakhir ke HO/ HRD yg sampai April 2025.
4. Kita menyampaikan masalah sisa bulan kontrak, Dirut bilang perusahaan tidak mampu mengatasi masalah keuangan untuk membayar kompensasi yang diminta.
5. Kita menyampaikan masalah pelunasan cop dan paguyuban agar tidak ada pemotongan di uang gaji bulan Juli dan pesangon tidak di potong tetapi menunggu cairnya uang JHT Jamsostek.
6. Kami menyampaikan bilamana ada informasi dari perusahaan untuk segera disampaikan ke karyawan secepatnya.
7. Kami menyampaikan masalah kompensasi dari sisa kontrak kerja sampai April 2025. Untuk dibayarkan oleh perusahaan.
8. Kami menyampaikan permintaan berkas kontrak kerja terakhir ke HRD.
9. Perusahaan berusaha memberikan solusi pekerjaan di tempat lain / Sumatera Utara ataupun di PSB beeges.
10. Tuntutan kompensasi sisa kontrak kerja blm bisa diputuskan saat ini, masih akan disampaikan ke Pak Dirut.
Salah seorang karyawan menyampaikan, ” saya kerja dari tahun 2006 namun pada tahun 2020 dialihkan ke PT. El Kokar hanya dengan menandatangani surat kontrak kerja dengan masa kontrak satu tahun di El Kokar yang kemudian pada tahun 2023 dilakukan penandatanganan kembali dengan kontrak dua tahun sampai 2025. Namun untuk salinan surat kontrak kami tidak menerima sampai saat ini” jelas bapak setengah baya yang enggan disebut namanya.
“Bahkan untuk lembur kerja di hari lebaran dari masa peralihan tahun 2020 hingga di non aktifkan hanya menerima 150.000/hari” ketusnya dengan berurai air mata.
Yudi selaku kordinator dari karyawan yang di non aktifkan memaparkan, “kami akan terus berjuang karena kami merasa sudah dizalimi begitu lama. Sebelum semua ini mencuat ke media saya sering debat terkait kejanggalan dan ketidak adilan yang kami terima tapi beberapa karyawan yang berani protes justru di pisahkan ke wilayah berbeda” ujar Yudi.
“Hasil pertemuan atau mediasi sempat pak direktur menawarkan kami kembali untuk menghabiskan masa kontrak kita, alasannya perusahaan menang tender di Sumatra Barat. Seakan akan membangun opini, endingnya pembahasan COP saya meminta agar tidak dilakukan pemotongan dari gaji, tali asih karena kami akan membayar saat pencairan dana jamsostek ” paparnya.
Dijelaskan pula bahwa untuk salinan kontrak dan COP karyawan tidak diberikan dan hal tersebut di ACC oleh dirut. Namun untuk kompensasi para karyawan yang di non aktifkan sepihak bahkan sebelum habis kontrak, pihak perusahaan akan mempelajari dan menimbang kembali.
“Memang untuk COP di ACC tapi terkait kompensasi manager keuangan terkesan masih berat tapi saya dan teman teman tetap menuntut hak kami, karena kami sudah bertahun tahun di bohongi sejak dari Kopegtel hingga peralihan itu kami dibohongi. Bahkan hanya untuk salinan kontrak (PKS) saja sampai saat ini kami tidak diberikan” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya 11 orang karyawan tersebut bekerja sudah bertahun tahun mulai dari Kopegtel hingga dialihkan tanpa ada sosialisasi, hingga tahun 2020 dialihkan ke PT. El Kokar Timur. Dan di non aktifkan sepihak oleh perusahaan bahkan sebelum masa kontrak kerja berakhir.
Hingga berita ini di publikasikan Dirut PT. El Kokar Timur Dedi Trio saat dikonfirmasi awak media pada hari Kamis (18/07/2024) pukul 12.24 WIB lewat WhatsApp pribadinya tidak merespon sama sekali. ( Red)




