HUTRI
Uncategorized

Minyak Goreng dan Telur Mulai Naik, Kasatreskrim Polres Pacitan Sidak Pasar

114
×

Minyak Goreng dan Telur Mulai Naik, Kasatreskrim Polres Pacitan Sidak Pasar

Sebarkan artikel ini
Img 20211106 094813 1
Info Iklan hubungi 085183255578

AKP Dika Hardiyan Widya Wiratama selaku Kasatreskrim Polres Pacitan saat sidak di Pasar Arjowinangun.

Pacitan, GELORAJATIM.COM — Sejak beberapa pekan terakhir harga minyak goreng curah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengalami kenaikan. Kini, dalam dua hari terakhir giliran harga telur juga menyusul naik.

Breaking News

Meski belum diketahui secara pasti faktor penyebabnya, naiknya harga tersebut membuat Kepolisian Resor (Polres) Pacitan bergerak untuk inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar.

“Terkait naiknya harga minyak di pasaran, kami Satreskrim sudah menugaskan Unit Ekonomi untuk sidak di beberapa pasar di Pacitan. Dari hasil temuan di lapangan, harga minyak curah tembus Rp18 ribu. Untuk kemasan Rp17 ribu,” kata AKP Dika Hardiyan Widya Wiratama, Kasatreskrim Polres Pacitan, usai sidak, Jumat (05/11/2021).

Img 20211106 Wa0007 1
Ratri (33), pedagang sembako di Pasar Arjowinangun Pacitan.

Namun, lanjut AKP Dika, temuan di lapangan bukan hanya harga minyak goreng saja yang melambung, tetapi dalam dua hari terakhir harga telur juga mengalami kenaikan Rp 3.000- Rp 4.000 per kilogram.

“Selain minyak goreng, harga telur juga naik tembus Rp21 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp17-18 ribu. Informasi yang kami dapatkan dari para pedagang, mereka dapat dari distributor harganya juga sudah tinggi,” terang Dika, menambahkan.

Terpisah, sejumlah pedagang pasar tradisional di Pacitan mengaku jika kenaikan minyak goreng curah tersebut terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.

“Kenaikannya tidak langsung, bertahap. Kalau telur 2 hari terakhir harganya juga naik. Kalau pasokan melimpah, hanya saja harganya naik. Kami (pengecer) dapat dari distributor harganya juga sudah tinggi, baik minyak goreng atau telur,” kata Ratri (33), pedagang sembako di Pasar Arjowinangun Pacitan.

Dengan naiknya harga komoditi telur maupun minyak goreng, juga dinilai berdampak pada daya beli masyarakat yang menurun. “Pembeli ada, tapi tidak seperti sebelumnya. Ada juga yang biasanya beli 1 kilogram, sekarang beli setengah saja,” sahut Mbak Un, pedagang lain, tanpa menyebut jumlah pembeli.

Penulis : Sigit

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578