Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Warga Perumahan Bluru Permai, Kelurahan Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, dibuat khawatir dengan keberadaan seekor ular sanca yang masuk ke dalam rumah pada Sabtu (31/10/2026) siang. Beruntung, Tim Rescue Regu 4 Pos Unit Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sidoarjo Kota berhasil mengevakuasi ular tersebut tanpa menimbulkan korban.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 10.40 WIB, ketika seorang warga bernama Nike melaporkan adanya ular di dalam rumahnya. Pemilik rumah awalnya mendengar suara benda jatuh dari lantai dua. Merasa curiga, ia kemudian melakukan pengecekan dan mendapati seekor ular sanca berada di area tersebut. Ular diduga masuk melalui gorong-gorong yang berada di depan rumah pelapor.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Damkarmat Sidoarjo langsung bergerak dari Pos Sidoarjo Kota menggunakan satu unit mobil operasional rescue. Dengan membawa sejumlah peralatan khusus penanganan satwa liar, di antaranya grabstick, hook, senter, serta sarung tangan pelindung, petugas segera melakukan upaya evakuasi.
Humas BPBD Kabupaten Sidoarjo, Moch Faexlazim, menyampaikan bahwa laporan warga langsung direspons oleh petugas untuk memastikan keberadaan ular tersebut tidak membahayakan penghuni rumah.
“Begitu menerima laporan dari warga, Tim Rescue Regu 4 langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi ular sanca yang masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung lancar dan aman. Petugas berhasil mengamankan ular sanca tersebut menggunakan peralatan khusus, sehingga tidak sampai membahayakan warga maupun petugas yang melakukan penanganan. Selanjutnya, ular diamankan untuk direlokasi ke habitat yang lebih aman dan jauh dari kawasan permukiman penduduk.
Moch Faexlazim menambahkan, keberadaan ular di lingkungan permukiman perlu diwaspadai, terutama pada area yang memiliki saluran air, gorong-gorong, maupun semak-semak yang berpotensi menjadi tempat persembunyian satwa liar.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan area sekitar rumah, sehingga tidak menjadi tempat persembunyian ular,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau mengusir ular berbahaya secara mandiri tanpa memiliki peralatan dan kemampuan yang memadai. “Apabila menemukan ular atau satwa berbahaya lainnya di lingkungan permukiman, segera hubungi layanan kedaruratan Damkarmat Sidoarjo. Jangan mengambil tindakan sendiri yang justru dapat membahayakan keselamatan,” pungkas Moch Faexlazim. (rif)
















