HUTRI
Peristiwa

CCTV Rekam Detik-Detik Agus Berjalan Sempoyongan Sebelum Ditemukan Meninggal

28
×

CCTV Rekam Detik-Detik Agus Berjalan Sempoyongan Sebelum Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Img 20261027 Wa0066
Petugas kepolisian bersama tenaga medis mengevakuasi jenazah Agus Susanto yang ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Raya RM Mangundiprojo, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Senin (26/10/2026) dini hari.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Rekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi salah satu petunjuk kepolisian untuk mengungkap kejadian meninggalnya Agus Susanto (42), yang ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Raya RM Mangundiprojo, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Senin (26/10/2026) dini hari. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban terlihat berjalan kaki seorang diri dalam kondisi sempoyongan.

Korban ditemukan di sekitar Toko Madura Barokah Mart. Petugas Polsek Buduran yang menerima laporan sekitar pukul 01.44 WIB langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Breaking News

Kapolsek Buduran, Kompol Sugeng Sulistiyono, mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri rekaman CCTV guna mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Dari rekaman CCTV, korban terlihat berjalan kaki sendirian dari arah selatan menuju utara pada pukul 01.19 WIB. Saat itu, korban tampak sempoyongan dan sempat berhenti untuk duduk di sebelah utara lampu lalu lintas sebelum kembali berjalan,” ujar Kompol Sugeng, Selasa (27/10/2026).

Rekaman CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo yang terpasang di kawasan Traffic Light (TL) Avian Buduran, sekitar 100 meter dari lokasi penemuan, memperlihatkan pergerakan korban. Dalam rekaman tersebut, sebuah kendaraan yang melintas terlihat memperlambat laju saat mendekati korban. Polisi masih menelusuri rangkaian kejadian berdasarkan keterangan saksi dan rekaman yang tersedia.

Sementara itu, Khairul Anam, penjaga Toko Madura Barokah Mart, mengaku mendapat informasi dari pengendara sepeda motor mengenai seseorang yang tergeletak di pinggir jalan di depan tokonya. Saat diperiksa, korban terlihat tidak bergerak. Sejumlah pengendara yang melintas kemudian membantu memindahkan korban ke trotoar untuk menghindari risiko tertabrak kendaraan lain.

Petugas selanjutnya mengidentifikasi korban sebagai Agus Susanto, warga Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kompol Sugeng menjelaskan, hasil pemeriksaan luar oleh dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan lantaran pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematiannya belum bisa dipastikan karena keluarga menolak dilakukan autopsi,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat tekanan darah tinggi serta kerap mengeluhkan sakit kepala dan nyeri leher. Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban juga sempat mengeluhkan sakit gigi dan kondisi badan yang tidak enak.

Istri korban, Juwariyah, menerangkan bahwa pada Sabtu (24/10/2026), dirinya bersama korban dan anak mereka berangkat menuju Lumajang. Namun, sepeda motor yang digunakan mengalami masalah di kawasan Pandaan sehingga ditinggalkan di bengkel. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan umum.

Pada Minggu (25/10/2026) sore, korban diantar keponakan istrinya ke Terminal Kalibening, Lumajang, untuk kembali ke Sidoarjo seorang diri. Setelah korban ditemukan meninggal dunia, keluarga menyatakan meyakini korban meninggal karena sakit dan menolak autopsi dan menerima kematian korban sebagai takdir. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat tertanggal 26 Oktober 2026.

Hingga pemeriksaan selesai, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian Agus Susanto belum diketahui secara medis. Polisi telah mendokumentasikan penolakan autopsi dari pihak keluarga sebagai bagian dari penanganan perkara. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578