Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono, S.H., M.H., bersama anggota melakukan kunjungan, monitoring dan pendampingan ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Buduran, Rabu (02/09/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pengawasan pasca kejadian luar biasa yang menimpa ratusan santri Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Buduran didampingi Kanit Binmas Polsek Buduran Iptu Suterno, S.H., serta anggota piket patroli Polsek Buduran. Monitoring dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB dengan menyasar dua lokasi SPPG, yakni SPPG Desa Prasung dan SPPG Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran.
Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pengelolaan makanan di SPPG tetap memperhatikan standar kebersihan, kesehatan serta keamanan pangan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
“Kami bersama anggota melakukan kunjungan, monitoring dan pendampingan ke sejumlah SPPG di wilayah Kecamatan Buduran. Tujuannya untuk berkoordinasi dengan pengelola terkait penerapan standar kebersihan, kesehatan dan keamanan pangan,” ujar Kompol Sugeng Sulistiyono kepada GELORAJATIM.COM, Kamis (03/09/2026).
Menurutnya, kejadian luar biasa yang terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo menjadi perhatian bersama dan harus dijadikan bahan evaluasi agar seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan program MBG semakin meningkatkan pengawasan dalam setiap tahapan.
“Kami mengimbau kepada pengelola maupun petugas SPPG agar lebih berhati-hati dan memastikan seluruh makanan yang akan didistribusikan benar-benar dalam kondisi layak serta aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.
Selain melakukan koordinasi dengan pengelola SPPG, jajaran Polsek Buduran juga melakukan pemantauan situasi dan kondisi di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun kejadian serupa yang berkaitan dengan keamanan pangan.
Kompol Sugeng menambahkan, melalui kegiatan monitoring tersebut diharapkan terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin baik antara kepolisian dengan pengelola SPPG. Pengawasan terhadap proses pengolahan hingga pendistribusian makanan MBG, menurutnya, harus dilakukan secara maksimal untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.
“Alhamdulillah, kegiatan kunjungan, monitoring dan pendampingan SPPG di wilayah Kecamatan Buduran berjalan aman dan lancar. Kami berharap pengawasan terhadap proses pengolahan sampai pendistribusian makanan terus ditingkatkan. Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas juga dalam keadaan aman, tertib dan kondusif,” pungkas Kapolsek Buduran. (rif)
















