HUTRI
ArtikelEdukasi

Guru CLC Nusantara Sandakan Antusias Pelajari Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran

3
×

Guru CLC Nusantara Sandakan Antusias Pelajari Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Img 20260902 Wa0024
Info Iklan hubungi 085183255578

GELORAJATIM.COM — Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran menjadi topik utama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang dilaksanakan di CLC Nusantara, Sandakan, Sabah, Malaysia, pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dua dosen UPN “Veteran” Jawa Timur, Ilmatus Sa’diyah dan Dewi Deniaty Sholihah, dengan fokus pada penguatan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pengembangan media pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, para guru diperkenalkan pada pemanfaatan ChatGPT sebagai salah satu teknologi AI generatif yang dapat membantu mendukung proses perencanaan pembelajaran. Pelatihan tidak berhenti pada pengenalan konsep, tetapi dirancang secara praktik agar guru dapat mencoba secara langsung bagaimana menyusun instruksi atau prompt, mengevaluasi hasil yang diberikan AI, dan mengembangkannya menjadi bahan pembelajaran yang dapat digunakan di kelas.

Breaking News

Salah satu praktik yang dilakukan adalah mengembangkan worksheet pembelajaran yang lebih menarik, visual, dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Guru diarahkan untuk menentukan terlebih dahulu tujuan pembelajaran, materi, tingkat kelas, dan bentuk aktivitas yang diinginkan sebelum menyusun prompt kepada AI. Hasil yang diperoleh kemudian ditinjau dan disesuaikan kembali oleh guru agar tetap relevan dengan konteks pembelajaran.Img 20260902 Wa0025

Pendekatan tersebut menempatkan AI bukan sebagai pengganti guru, melainkan sebagai alat bantu untuk memperluas pilihan dan kreativitas dalam menyiapkan pembelajaran. Guru tetap memegang peran utama dalam menentukan ketepatan materi, kesesuaian bahasa, konteks peserta didik, serta keputusan pedagogis sebelum sebuah bahan digunakan di kelas.

Para guru CLC Nusantara menyambut baik kegiatan tersebut. Bu Sri Basfita, Guru Pamong Mata Pelajaran Seni Budaya, menyampaikan bahwa pelatihan memberikan tambahan wawasan sekaligus pengalaman praktis bagi guru dalam memanfaatkan AI.

“Terima kasih telah memberikan pengetahuan kepada kami tentang AI. Kami sangat terbantu sehingga kami bisa mendapatkan wawasan banyak tentang AI,” ujar Bu Sri Basfita, guru pamong Seni Budaya

Menurutnya, keterampilan memanfaatkan AI dapat membantu guru memperoleh alternatif dalam mempersiapkan bahan pembelajaran sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan media yang lebih menarik bagi siswa. Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan seiring berkembangnya teknologi digital dan kebutuhan guru untuk terus beradaptasi dengan cara belajar generasi saat ini.

Kegiatan ini sekaligus merepresentasikan semangat Kampus Berdampak yang mendorong perguruan tinggi tidak berhenti pada kegiatan akademik di dalam kampus, tetapi hadir sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat. Melalui transfer pengetahuan dan pendampingan langsung kepada guru, kepakaran perguruan tinggi diterjemahkan menjadi keterampilan yang dapat digunakan oleh mitra dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, pengabdian masyarakat tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas yang dapat dilanjutkan setelah program selesai.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini memiliki keterkaitan kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education. Penguatan kompetensi digital guru dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas bahan pembelajaran mendukung upaya menghadirkan pendidikan yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Secara lebih spesifik, kegiatan ini beririsan dengan semangat Target 4.4 mengenai peningkatan keterampilan yang relevan, termasuk keterampilan teknologi informasi dan komunikasi, serta Target 4.c yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pendidik, termasuk melalui kerja sama internasional.

Pelaksanaan kegiatan di Sabah juga memperkuat relevansi SDG 17: Partnerships for the Goals. Kolaborasi antara UPN “Veteran” Jawa Timur dan CLC Nusantara menunjukkan bagaimana kemitraan lintas institusi dan lintas negara dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan, keahlian, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Kemitraan semacam ini penting agar inovasi pendidikan tidak berhenti sebagai pengetahuan di perguruan tinggi, tetapi dapat diadaptasi oleh komunitas sesuai kebutuhan lokal.

Bagi tim pelaksana, penggunaan AI dalam pendidikan perlu tetap diletakkan dalam kerangka pembelajaran yang berpusat pada manusia. Teknologi dapat membantu mempercepat proses eksplorasi ide dan penyusunan bahan, tetapi kualitas pembelajaran tetap sangat bergantung pada kemampuan guru memahami peserta didik, memilih materi yang tepat, serta menciptakan interaksi belajar yang bermakna.

Melalui kegiatan ini, UPN “Veteran” Jawa Timur berharap penguatan literasi dan kompetensi digital guru dapat terus berkembang serta mendorong lahirnya praktik pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan relevan. Lebih dari sekadar mengenalkan teknologi baru, program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan perguruan tinggi yang berdampak melalui penguatan kapasitas pendidik dan kemitraan pendidikan yang berkelanjutan.( Red)

 

 

 

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578