HUTRI
Peristiwa

Ratusan Santri Mahika Tanggulangin Alami Dugaan Keracunan, Pesantren Bantah Ada Korban Meninggal

8
×

Ratusan Santri Mahika Tanggulangin Alami Dugaan Keracunan, Pesantren Bantah Ada Korban Meninggal

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260901 223152 Gallery
Suasana depan IGD RSUD RT Notopuro dipenuhi keluarga para santri yang diduga keracunan makanan MBG dari SPPG.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terus mendapatkan perhatian serius. Pihak pondok pesantren memberikan klarifikasi terkait kronologi kejadian sekaligus membantah sejumlah informasi tidak benar yang sempat beredar di media sosial.

Salah seorang santri, Hasan, menceritakan awal mula sejumlah rekannya mengalami gejala sakit perut dan mual usai mengonsumsi jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, makanan tersebut biasanya dikirim sebelum waktu Dhuhur, sekitar pukul 11.30 WIB, kemudian dikonsumsi para santri sekitar pukul 13.00 WIB.

Breaking News

“Saya sendiri tadi tidak ikut makan, tetapi ada teman-teman yang makan. Gejalanya itu mulai terasa pas habis Ashar. Ada teman saya yang bolak-balik ke kamar mandi cukup lama. Pas ditanya, katanya perutnya sakit,” ungkap Hasan saat ditemui awak media.

Hasan mengatakan, gejala mual dan sakit perut kemudian semakin banyak dialami para santri pada sore hari. Para santri yang terdampak berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SMP kelas 7, 8 dan 9 hingga SMA kelas 10, 11 dan 12. Seiring kondisi yang semakin banyak dikeluhkan, para santri langsung mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan.

“Karena kondisi semakin parah, para santri langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan dan rumah sakit terdekat. Sekarang ada yang dibawa ke RSUD Sidoarjo, RSU Delta Surya, Siti Hajar, RSU Bhayangkara, RS Pusura dan Siti Fatimah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asrama Wustha sekaligus Pengasuh Pondok Putra, Ferdiansyah, menegaskan bahwa makanan yang diduga menjadi penyebab para santri mengalami keluhan kesehatan tersebut bukan berasal dari dapur internal pondok pesantren. Ia menyebut makanan tersebut merupakan pasokan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk sekolah formal siang.

“Kami luruskan kembali, ini murni dari kesalahan penyedia MBG atau SPPG Tanggulangin, bukan makanan dari internal pesantren. Harap ditanda kutip, ini makanan yang dikirim dari MBG,” tegas Ferdiansyah.

Menurut Ferdiansyah, gejala awal mulai terdeteksi sekitar pukul 16.00 WIB, bertepatan dengan jam pelajaran pertama setelah Ashar. Selanjutnya, jumlah santri yang mengeluhkan sakit perut terus meningkat dan mendatangi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di masing-masing unit pendidikan.

“Pada pukul 16.20 WIB, laporan santri yang mengeluhkan sakit perut melonjak drastis di Unit Kesehatan Sekolah atau UKS masing-masing unit sekolah, baik MTs maupun MA,” jelasnya.

Ferdiansyah juga secara tegas membantah rumor yang beredar di media sosial mengenai adanya santri yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Pihak pondok, kata dia, telah melakukan koordinasi dan pendataan langsung ke sejumlah rumah sakit tempat para santri mendapatkan perawatan.

“Kabar miring yang menyebutkan ada santri meninggal itu semua hoaks. Kami dari pihak pondok sudah berkoordinasi dan mendata ke setiap rumah sakit, baik di RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Pusura maupun RS Fatimah,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh santri yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit masing-masing. “Alhamdulillah, semua santri sudah tertangani dengan baik dan mendapatkan penanganan medis yang maksimal di rumah sakit. Tidak ada korban meninggal dunia,” tegas Ferdiansyah.

Sementara itu, Camat Tanggulangin Arie Prabowo, S.STP., M.PSDM., menyampaikan data terkini per pukul 21.30 WIB, total sebanyak 297 pasien telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Rinciannya, RS RT Notopuro sebanyak 180 pasien, RS Delta Surya 14 pasien, RS Siti Hajar 58 pasien, RS Pusura 13 pasien, RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan 23 pasien, RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong 8 pasien, serta RS Arafah Anwar Medika 1 pasien.

Pemerintah Kecamatan Tanggulangin bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para santri yang menjalani perawatan. Sementara penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut masih memerlukan penanganan dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578