Hari jadi
Peristiwa

Buaya Muara Hampir 4 Meter Kembali Muncul di Sungai Sidoarjo, Pengemudi Perahu Diminta Waspada

14
×

Buaya Muara Hampir 4 Meter Kembali Muncul di Sungai Sidoarjo, Pengemudi Perahu Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Img 20260813 Wa0094
Buaya muara berukuran besar terlihat berjemur di bantaran Sungai Embong Malang, Sidoarjo. Pengemudi perahu diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas. (Foto Istimewa)
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Kemunculan buaya muara berukuran hampir empat meter kembali membuat pengemudi perahu yang melintas di kawasan perairan Sidoarjo meningkatkan kewaspadaan. Reptil berwarna hitam keabu-abuan tersebut beberapa kali terlihat di aliran Sungai Embong Malang dan Sungai Sidokare dalam dua pekan terakhir.

Salah satu kemunculan buaya bahkan berhasil direkam oleh pengemudi perahu. Dalam video yang beredar, buaya tampak berada di bantaran sungai sambil berjemur sebelum akhirnya kembali masuk ke air setelah sebuah perahu melintas di dekatnya.

Breaking News

Pengemudi perahu, Iwan, mengatakan kemunculan buaya di jalur sungai menuju kawasan Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, bukan merupakan kejadian pertama. Ia bahkan mengaku melihat lebih dari satu ekor buaya dengan ukuran berbeda di kawasan tersebut.

“Kalau yang di video kelihatannya orang dari arah Kedung Peluk yang merekam. Saya juga sempat melihat buaya ketika mengantarkan air menggunakan perahu menuju Kepetingan sekitar dua hari sebelumnya. Buayanya lebih kecil,” ujar Iwan, Kamis (13/08/2026).

Menurut Iwan, buaya yang lebih kecil tersebut terlihat sedang berenang ketika dirinya mengantarkan air menggunakan perahu menuju Kepetingan. Saat perjalanan kembali menuju dermaga Bluru Kidul, ia kembali melihat buaya lain dengan ukuran jauh lebih besar.

“Itu sekitar dua hari yang lalu saya lihat ada buaya berenang saat antar air naik perahu ke Kepetingan,” katanya.

Buaya berukuran besar itu, lanjut Iwan, terlihat berada di sekitar persimpangan Sungai Embong Malang dan Sungai Sidokare. Meski beberapa kali menjumpai keberadaan reptil tersebut, ia menyebut belum pernah melihat buaya masuk hingga ke permukiman warga.

“Kalau masuk permukiman warga belum pernah karena kebanyakan takut orang. Jadi kalau ada perahu mereka langsung nyemplung,” ungkapnya.

Pengemudi perahu lainnya, Hidayat, turut membenarkan adanya kemunculan buaya di kawasan tersebut. Menurutnya, keberadaan buaya sebenarnya sudah cukup sering diketahui oleh para pengemudi perahu yang melintas di jalur tersebut.

“Sini memang banyak, cuma kalau yang berjemur di bantaran sungai jarang saya lihat,” tutur Hidayat.

Hidayat mengatakan, para pengemudi perahu selama ini berusaha menjaga jarak ketika melihat buaya muncul ke permukaan. Kemunculan reptil tersebut menjadi perhatian karena jalur sungai menuju Kepetingan masih digunakan masyarakat untuk aktivitas menggunakan perahu.

Keberadaan buaya muara tersebut turut mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Sidoarjo. Masyarakat diminta tidak mengambil tindakan yang justru dapat memancing buaya mendekat atau menjadi agresif.

Humas BPBD Sidoarjo, Yoli Wisnu, mengimbau warga maupun pengemudi perahu untuk tidak mendekati keberadaan buaya ketika reptil tersebut kembali terlihat.

“Kami mengimbau warga untuk tidak mendekati dan jangan sampai mengganggu buaya jika muncul. Warga juga harus berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Yoli.

Yoli menambahkan, masyarakat yang menemukan kemunculan buaya dan menilai keberadaannya berpotensi mengganggu atau membahayakan dapat segera melaporkannya kepada petugas.

“Jika buaya muncul dan mengganggu, segera laporkan ke Pusdatin 112 agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, pihak desa juga disarankan memasang papan peringatan di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi kemunculan buaya. Papan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada warga dan pengemudi perahu agar tidak mendekati habitat reptil tersebut.

Pemasangan papan peringatan juga dinilai penting untuk mencegah masyarakat melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar lokasi kemunculan buaya. Terlebih, keberadaan reptil berukuran besar dapat membahayakan apabila didekati atau dipancing keluar dari habitatnya.

Masyarakat dan pengemudi perahu diminta tetap berhati-hati saat melintas di kawasan Sungai Embong Malang, Sungai Sidokare hingga jalur menuju Kepetingan. Jika melihat buaya, warga diminta menjaga jarak, tidak mengganggu, serta segera melaporkan kepada petugas apabila keberadaannya dinilai membahayakan.

Dengan kewaspadaan bersama dan pelaporan yang cepat, keberadaan buaya di kawasan sungai tersebut diharapkan tidak menimbulkan korban maupun konflik antara manusia dan satwa liar. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578