Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, tengah menjadi perhatian setelah ditemukan potongan daging ayam yang disajikan dalam kondisi kurang matang. Kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti dengan evaluasi internal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekargalih guna memastikan kualitas makanan yang diterima ribuan siswa tetap terjamin.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (22/07/2026) di dapur SPPG Desa Singogalih, Kecamatan Tarik. Saat proses produksi dan pendistribusian makanan berlangsung, ditemukan beberapa potong ayam yang belum matang sempurna sebelum disajikan kepada para penerima manfaat program MBG.
Petugas keamanan SPPG Singogalih di bawah naungan SPPG Sekargalih, SM, membenarkan adanya temuan tersebut. Menurutnya, kondisi ayam yang kurang matang sempat menjadi pembahasan di lingkungan dapur MBG.
“Iya benar, kemarin ada ayam yang kurang matang saat disajikan dan sempat jadi perbincangan,” ujar SM, Jumat (24/07/2026).
Menindaklanjuti kejadian itu, pengelola SPPG Sekargalih langsung melakukan evaluasi terhadap seluruh tahapan produksi makanan. Sekitar 40 personel dapur dimintai keterangan untuk mengetahui penyebab munculnya ayam yang belum matang sempurna.
Dari hasil evaluasi internal diketahui kendala terjadi saat proses penggorengan. Jumlah potongan ayam yang dimasukkan ke dalam satu wajan terlalu banyak sehingga suhu minyak tidak mampu mematangkan seluruh bagian daging secara merata. Akibatnya, beberapa potong ayam belum mencapai tingkat kematangan yang semestinya sebelum diporsikan.
SM juga mengungkapkan bahwa kejadian tersebut telah menjadi bahan evaluasi dan kepala dapur memberikan teguran kepada juru masak yang bertugas. “Kemarin chef-nya sudah ditegur kepala dapur,” katanya.
Sebagai langkah perbaikan, pihak SPPG mewajibkan juru masak mengurangi jumlah ayam dalam setiap proses penggorengan serta memastikan seluruh menu benar-benar matang sebelum masuk ke tahap pemorsian. Pengawasan di setiap tahapan produksi juga diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Saat ini, SPPG Sekargalih memproduksi sekitar 2.800 porsi MBG setiap hari yang didistribusikan ke 17 sekolah mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SMA di wilayah Kecamatan Tarik. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG maupun instansi terkait mengenai hasil evaluasi secara menyeluruh maupun jumlah pasti porsi yang terdampak. (rif)
















