Hari jadi
Pemerintah

TPS3R Bringinbendo Olah 7 Ton Sampah per Hari, Nol Residu ke TPA Selama Lima Tahun

2
×

TPS3R Bringinbendo Olah 7 Ton Sampah per Hari, Nol Residu ke TPA Selama Lima Tahun

Sebarkan artikel ini
20260707 151049 Scaled
Kades Bringinbendo Taman H. Soleh Dwi Cahyono (Kanan) meninjau aktivitas pengolahan sampah di TPS3R Bringinbendo yang selama lima tahun terakhir berhasil mengelola seluruh sampah secara mandiri tanpa mengirim residu ke TPA Griyo Mulyo Jabon.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Di saat kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon semakin terbatas, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, justru menunjukkan keberhasilan pengelolaan sampah berbasis desa. Selama lima tahun terakhir, seluruh sampah yang masuk berhasil diolah secara mandiri tanpa harus mengirimkan residu ke TPA.

Setiap harinya, TPS3R Bringinbendo menerima sekitar lima hingga tujuh ton sampah rumah tangga dari warga. Volume sampah cenderung meningkat pada awal pekan akibat akumulasi sampah selama hari libur. Meski seluruh proses pemilahan masih dilakukan secara manual, pengelolaan tetap berjalan optimal sehingga tidak menambah beban TPA Griyo Mulyo Jabon.

Breaking News

Kepala Desa Bringinbendo, H. Soleh Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa volume sampah yang diterima bervariasi setiap hari. “Dalam sehari estimasinya lima sampai tujuh ton. Hari Senin dan Selasa biasanya mencapai tujuh ton karena merupakan sampah yang menumpuk dari hari Minggu. Sedangkan Rabu sampai Jumat berkisar lima hingga enam ton,” ujarnya saat ditemui awak media GELORAJATIM.COM di TPS3R Bringinbendo, Selasa (07/07/2026).

Ia mengatakan, sejak TPS3R berdiri pada 2021, seluruh proses pemilahan masih mengandalkan tenaga manusia. Sampah yang datang dalam kondisi tercampur dipilah satu per satu berdasarkan jenisnya sebelum diolah lebih lanjut,”Dari awal metodenya memang masih manual. Sampah campur datang langsung dipilah. Botol plastik, plastik-plastik semuanya dipisahkan secara manual,” kata Soleh.

Menurut Soleh, keberhasilan pengelolaan sampah secara mandiri membuktikan bahwa desa memiliki kemampuan membangun sistem pengolahan yang berkelanjutan. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa perluasan bangunan hanggar dan peningkatan fasilitas agar kapasitas pengolahan semakin besar.

“Desa kami sudah terbukti mampu mengelola sampah secara mandiri. Manajemennya sudah berjalan. Harapan kami bangunan hanggarnya bisa diperbesar agar kapasitas pengolahan semakin meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris BUMDes Maju Jaya Makmur (MJM) Bringinbendo, Ivan Yudistira, mengatakan hingga kini TPS3R belum memiliki conveyor belt maupun mesin pencacah sampah sehingga seluruh pekerjaan dilakukan secara manual. “Turun dari mobil langsung dipilah di bawah secara manual. Belum ada conveyor belt ataupun alat pencacah sampah. Dari awal sampai sekarang tidak pernah buang sampah ke TPA. Selama lima tahun ini semuanya kami kelola sendiri,” tegasnya.

Ivan berharap pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat dapat memberikan bantuan pengembangan TPS3R, termasuk pembangunan fasilitas hanggar, conveyor belt, mesin pencacah, dan mesin pengolah kompos. Menurutnya, dukungan tersebut akan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus membantu mengurangi beban TPA.

“Kami sudah berusaha dengan kemampuan sendiri dan membuktikan bisa mengelola sampah secara mandiri. Kami yakin TPS3R Bringinbendo layak mendapatkan bantuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah,” pungkasnya. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578