SURABAYA, GELORAJATIM.COM — Program Pendampingan Kreasi Sastra Guru Berbantuan Textoria dan Stable Diffusion untuk Penguatan Literasi Kreatif Berkelanjutan (SDGs 4) yang diselenggarakan Tim Pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur berhasil mendorong guru-guru Bahasa Indonesia menghasilkan dan mempublikasikan karya sastra di platform Textoria.
Dalam pendampingan yang dilaksanakan pada 22 dan 25 Juni 2026, para peserta belajar menulis cerpen dan puisi menggunakan situs Textoria, kemudian menyunting naskah serta membuat ilustrasi pendukung dengan teknologi Stable Diffusion. Hasil pendampingan tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi diwujudkan dalam karya yang dipublikasikan melalui Galeri Karya Textoria.
Galeri Karya merupakan halaman yang menampilkan seluruh karya yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh pengguna di platform Textoria. Melalui halaman ini, pengguna dapat melihat daftar karya secara terorganisasi, memantau status publikasi, serta mengakses kembali tulisan yang telah diterbitkan maupun yang masih tersimpan sebagai draf.
Fitur ini menjadi pusat dokumentasi dan pengelolaan hasil tulisan sehingga memudahkan penulis untuk meninjau, menyunting, maupun mengembangkan kembali karya yang dimiliki. Dengan tampilan yang sistematis, Galeri Karya membantu pengguna membangun portofolio kepenulisan secara lebih efektif.
Melalui Galeri Karya, berbagai tulisan para guru telah dipublikasikan dan dapat dibaca masyarakat. Beberapa di antaranya adalah “Rahim di Kotak Beton” karya Marendra Setia Nugraha, “Cermin Pojok Baca” karya Rizki Nur Adha, “Ruang Dengar” karya Finda Mia Wulandari, “Tinta Bak” karya Merliana Ulin Nikmah, “Mengajar Teori, Belajar Tegar” karya Shofy Dwi Safitri, “Ibu, Ayah Surgaku” karya Ali Mashudi Hudi, “Pelajaran yang Gagal Usai” karya Vitta Dewi Melinda, hingga “Di Balik Seragam Biru Putih” karya Chiq Mie.
Selain itu, puluhan puisi juga telah dipublikasikan, seperti “Kulangitkan Asa untukmu, Anak Didikku”, “Simfoni di Ruang Kelas Kita”, “Misteri Pulpen yang Sering Hilang”, “Melodi Bel Sekolah yang Dinanti”, “Dari Huruf Menjadi Harapan”, dan “Di Antara Asa dan Luka”.
Ketua tim pengabdian, Ilmatus Sa’diyah, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa publikasi karya menjadi indikator keberhasilan program. Guru tidak hanya memperoleh keterampilan menulis, tetapi juga memiliki ruang untuk mendokumentasikan dan memperkenalkan hasil kreativitasnya kepada masyarakat melalui platform digital.
Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan positif yang diberikan. Salah seorang peserta, Choirul Anam, S.Pd. dari SMP Negeri 63 Surabaya, menyampaikan, “Semoga pelatihan seperti ini bisa dilaksanakan agar kita selaku guru Bahasa Indonesia terus belajar dan berupaya menulis serta memiliki karya yang bisa dikenang selamanya.”
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pendidikan, literasi, dan teknologi mampu menghasilkan ekosistem berkarya yang berkelanjutan. Melalui Textoria, karya-karya guru tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi juga menjadi portofolio digital yang dapat menginspirasi pembaca dan memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.( red)
















