Hari jadi
Peristiwa

Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Baru

2
×

Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Baru

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260626 072812 Gallery
Wanita ditemukan tewas dalam Innova plat merah di parkiran Bandara Juanda. (Dok. Basarnas)
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Kasus penemuan jasad seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Kabupaten Bangkalan, Madura, di dalam mobil dinas yang terparkir di area Bandara Internasional Juanda, Sedati, terus berkembang. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, keluarga korban mulai mengungkap sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan bahwa korban meninggal dunia sebelum kendaraan tersebut berada di kawasan bandara.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima, menyatakan pihaknya menemukan sejumlah fakta yang memunculkan dugaan kuat bahwa RYS tidak meninggal di lokasi penemuan. Dugaan tersebut diperkuat dari hasil penelusuran keluarga, mulai dari kronologi komunikasi terakhir korban hingga rekaman CCTV di area parkir Bandara Juanda.

Breaking News

Risang menjelaskan, RYS meninggalkan rumah pada Kamis (18/06) dengan alasan menjalankan tugas pekerjaan. Saat berpamitan, korban menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya akan kembali Sabtu malam, korban masih sempat membagikan lokasi yang menunjukkan dirinya berada di wilayah Malang.

“Korban berangkat seperti biasa untuk bekerja. Sebelum berangkat dia berpamitan kepada keluarga dan menyampaikan ada urusan pekerjaan serta akan pulang pada hari Sabtu. Malam harinya korban masih sempat membagikan lokasi yang menunjukkan dirinya berada di Malang,” ujar Risang, Kamis (25/06/2026).

Menurut Risang, komunikasi korban dengan keluarga masih berjalan normal hingga Sabtu pagi. Pada Jumat malam korban sempat melakukan video call dengan adiknya, kemudian masih mengirim pesan singkat kepada suaminya sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu, seluruh komunikasi terputus dan tiga nomor telepon yang biasa digunakan korban tidak lagi dapat dihubungi.

“Hal tersebut bukan kebiasaan korban. Karena itu keluarga langsung merasa curiga dan mulai melakukan pencarian secara mandiri,” kata Risang.

Pencarian keluarga baru menemukan titik terang setelah muncul pemberitaan mengenai sebuah mobil yang terparkir selama beberapa hari di Bandara Juanda. Saat mencocokkan nomor polisi kendaraan, keluarga memastikan mobil tersebut merupakan kendaraan dinas yang biasa digunakan korban.

Dalam penelusuran lebih lanjut, keluarga memperoleh rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria mengemudikan mobil korban saat memasuki area parkir bandara. Pria tersebut mengenakan kaus biru, masker putih, dan kacamata. Setelah memarkir kendaraan, pria itu terlihat keluar seorang diri dan meninggalkan lokasi menggunakan angkutan umum, sementara tidak terlihat ada orang lain keluar dari mobil hingga korban ditemukan.

“Berdasarkan fakta yang ada, kami menduga korban meninggal di lokasi lain kemudian dibawa ke Bandara Juanda dan ditinggalkan di area parkir,” tegas Risang.

Hingga kini identitas pria dalam rekaman CCTV tersebut masih belum diketahui karena wajahnya tertutup masker. Sementara itu, keluarga juga masih menunggu hasil resmi otopsi dari tim forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Menurut Risang, kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut membuat penyebab kematian tidak dapat disimpulkan hanya dari pemeriksaan luar, sehingga hasil otopsi menjadi kunci untuk mengungkap misteri kematian RYS. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578