Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Suasana penuh makna menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Nurul Fu’ad Lapas Kelas I Surabaya, Sabtu (21/03/2026). Ratusan warga binaan bersama petugas tampak larut dalam kekhusyukan ibadah, menjadikan momen hari kemenangan sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat nilai spiritual selama menjalani masa pembinaan.
Usai pelaksanaan sholat ied, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 kepada warga binaan. Pemberian remisi ini menjadi wujud penghargaan dari negara kepada mereka yang telah menunjukkan perubahan sikap positif serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan di dalam lapas.
Sebanyak 1.086 warga binaan menerima remisi pada Idul Fitri tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari 698 warga binaan kasus narkotika, 360 warga binaan pidana umum, 26 warga binaan kasus tindak pidana korupsi, serta 2 warga binaan kasus terorisme. Hal ini menegaskan bahwa pemberian remisi dilakukan secara objektif, transparan, dan tanpa diskriminasi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dari total penerima remisi, satu orang warga binaan berinisial MJ langsung dinyatakan bebas pada hari ini. MJ diketahui merupakan warga binaan kasus pencurian dengan masa pidana 3 tahun 1 bulan. Selain itu, tujuh warga binaan lainnya juga memperoleh Surat Keputusan pembebasan bersyarat dan dapat langsung menghirup udara bebas pada Sabtu (21/03/2026), menandai awal baru dalam kehidupan mereka di tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan hak bagi warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. “Remisi ini adalah bentuk apresiasi atas perubahan perilaku warga binaan. Kami berharap ini menjadi motivasi untuk terus berbuat baik, mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu,” ujarnya.
Menurut Sohibur, momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen pembinaan, sekaligus menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab bagi seluruh warga binaan. Ia juga menegaskan bahwa pihak lapas akan terus mendukung proses reintegrasi sosial agar para warga binaan siap kembali ke masyarakat.
Momentum Idul Fitri ini pun diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan menjadi titik balik perubahan bagi seluruh warga binaan. Dengan semangat saling memaafkan dan kebersamaan, Lapas Kelas I Surabaya berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, sehingga para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab. (rif)
















