Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Ratusan rumah warga di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, porak-poranda usai diterjang angin puting beliung. Bencana yang terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri ini memicu respons cepat dari pemerintah daerah guna memastikan penanganan segera dilakukan di lokasi terdampak.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 105 rumah di empat desa mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Desa Segorotambak menjadi wilayah paling terdampak dengan 68 rumah, disusul Desa Pepe 18 rumah, Desa Cemandi 10 rumah, dan Desa Buncitan sebanyak sembilan rumah.
Bupati Sidoarjo, Subandi, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi, Senin (16/03/2026) siang. Ia memastikan proses pendataan dan penanganan dilakukan secara cepat, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah.
“Alhamdulillah hari ini kita sidak di lapangan. Dari 68 rumah yang kemarin kena puting beliung, ada sekitar 20 rumah yang rusak berat,” ujar Subandi saat meninjau Desa Segorotambak.
Ia menegaskan, pemerintah daerah telah memerintahkan agar bantuan material bangunan segera didistribusikan tanpa penundaan. Hal ini dilakukan mengingat waktu yang semakin dekat dengan libur Lebaran, sehingga dikhawatirkan distribusi material akan terhambat.
“Kita sudah perintahkan hari ini dan besok material harus diturunkan. Karena ini mendekati Lebaran, jangan sampai toko material tutup. Paling lambat sore ini material sudah kita turunkan,” tegasnya.
Menurutnya, perbaikan akan difokuskan terlebih dahulu pada rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat. Proses perbaikan tersebut akan dilakukan secara gotong royong agar dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Yang 20 rumah ini minimal kita keroyok bersama supaya cepat selesai. Kalau tidak segera diperbaiki kasihan, karena sudah mendekati Lebaran dan warga juga menunggu,” jelasnya.
Material yang disiapkan meliputi asbes untuk mengganti atap rumah yang rusak, serta kayu untuk memperbaiki rangka bangunan yang terdampak. Pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan dasar perbaikan akan dipenuhi agar warga bisa kembali menempati rumahnya.
Selain itu, Subandi juga menemukan satu rumah warga di Desa Buncitan yang kondisinya sudah tidak layak huni. Rumah tersebut rencananya akan diperbaiki melalui program bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo setelah Lebaran.
“Ini tadi kita cek ada rumah yang sudah tidak layak huni. Atapnya keropos, temboknya juga rapuh. Nanti kita perintahkan perbaikan melalui Baznas setelah Lebaran,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat bencana merupakan bentuk tanggung jawab yang tidak bisa ditawar. Pemerintah, kata dia, harus memastikan warga merasa aman dan tidak menghadapi situasi sulit sendirian.
“Pemerintah daerah harus turun di lapangan. Harapan kita masyarakat tidak merasa cemas karena ada dukungan dari pemerintah, apalagi ini menjelang Lebaran,” pungkasnya.
Sementara itu, untuk rumah dengan kerusakan ringan hingga sedang, perbaikan diharapkan dapat dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama pemerintah desa, dengan dukungan material dari pemerintah daerah jika diperlukan. (rif)
















