Hari jadi
Pemerintah

Lonjakan 143,91 Juta Pemudik, Manajemen Bandara Internasional Juanda Perkuat Layanan

349
×

Lonjakan 143,91 Juta Pemudik, Manajemen Bandara Internasional Juanda Perkuat Layanan

Sebarkan artikel ini
Dji 20260227135534 0225 D Scaled
Penampilan seni bernuansa Ramadan menjadi salah satu program layanan yang disiapkan manajemen Bandara Internasional Juanda menjelang hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Denyut mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai terasa di berbagai simpul transportasi, termasuk di Bandara Internasional Juanda. Lonjakan pergerakan penumpang yang secara nasional diproyeksikan menembus 143,91 juta orang pada periode Angkutan Lebaran 2026 menjadi perhatian serius pengelola bandara di Sidoarjo tersebut.

Menghadapi potensi arus mudik dan arus balik yang diperkirakan padat, manajemen bandara memastikan seluruh aspek operasional dan pelayanan telah disiapkan secara maksimal. Berbagai skenario pengaturan alur penumpang, penguatan personel, hingga optimalisasi fasilitas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan saat puncak pergerakan.

Breaking News

General Manager Bandara Internasional Juanda, Laksma TNI Muhammad Tohir menegaskan, langkah antisipatif telah dilakukan sejak dini. Persiapan mencakup kesiapan fasilitas, operasional penerbangan, hingga koordinasi lintas instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

“Kami memastikan seluruh aspek operasional dan fasilitas dalam kondisi siap, mulai dari terminal penumpang, area check-in, ruang tunggu, sistem keamanan, hingga kesiapan personel pelayanan,” ujar Muhammad Tohir, Senin (02/03/2026).

Ia menambahkan, komitmen utama manajemen adalah menjaga standar pelayanan, keamanan, dan keselamatan penerbangan selama periode Angkutan Lebaran 2026. Menurutnya, momen mudik merupakan agenda tahunan yang membutuhkan perhatian khusus dari seluruh pengelola transportasi udara.

“Pada prinsipnya, kami berkomitmen penuh menjaga standar pelayanan, keamanan, dan keselamatan penerbangan selama periode Angkutan Lebaran 2026 agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Langkah antisipatif tersebut dilakukan seiring tingginya proyeksi pergerakan masyarakat. Berdasarkan survei potensi pergerakan yang disampaikan Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, secara nasional diproyeksikan sebanyak 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026.

Sementara itu, Jawa Timur menjadi provinsi tujuan mudik favorit nasional nomor dua dengan potensi pergerakan mencapai 27,29 juta orang. Angka tersebut menjadi indikator penting bagi pengelola bandara di wilayah ini untuk memperkuat kesiapan operasional.

Data proyeksi tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi pelayanan dan penguatan operasional bandara. Manajemen melakukan pemetaan potensi kepadatan di area keberangkatan maupun kedatangan guna memastikan arus penumpang tetap terkendali.

Dari sisi fasilitas, pengecekan menyeluruh telah dilakukan terhadap sarana dan prasarana pendukung, mulai dari toilet, musala, area parkir, hingga sistem keamanan dan keselamatan penerbangan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang saat peak season.

Terkait kemungkinan penambahan penerbangan, hingga saat ini belum terdapat pengajuan extra flight dari maskapai. Meski demikian, manajemen tetap bersiap apabila terjadi lonjakan permintaan tiket dalam beberapa pekan ke depan.

“Secara umum, pengajuan extra flight biasanya mulai masuk sekitar H-20 sebelum Lebaran, menyesuaikan dengan kebutuhan dan tren permintaan penumpang dari masing-masing maskapai,” jelas Muhammad Tohir.

Tak hanya fokus pada kelancaran operasional, suasana Ramadan dan Lebaran juga akan dihadirkan di area bandara. Sejumlah program layanan disiapkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna jasa, seperti thematic event, pembagian takjil gratis, penampilan seni bernuansa Ramadan, pembagian souvenir kepada penumpang, hingga dekorasi khusus menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal, koordinasi intensif terus dilakukan bersama seluruh stakeholder, sementara pembentukan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578