Hari jadi
Berita

Angkat Potensi Kuliner Lokal, Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Review Street Food dan Rebranding UMKM di Kelurahan Kedungdoro

119
×

Angkat Potensi Kuliner Lokal, Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Review Street Food dan Rebranding UMKM di Kelurahan Kedungdoro

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2025 07 19 14 46 41 91 99C04817C0De5652397Fc8B56C3B3817 1
Sumber : dokumentasi mahasiswa kelompok 50
Info Iklan hubungi 085183255578

SURABAYA, GELORAJATIM.COM — Kelompok 50 KKN Tematik SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur yang tengah melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan bertema penguatan ekonomi lokal melalui eksplorasi kuliner dan rebranding UMKM setempat.

Program ini bertujuan untuk mengenali, mendokumentasikan, serta membantu pengembangan usaha kecil yang tersebar di wilayah Kelurahan Kedungdoro, sejalan dengan pencapaian tujuan SDGs nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan nomor 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Breaking News

Kegiatan tersebut terdiri atas dua rangkaian besar, yaitu review street food siang dan malam, serta rebranding UMKM lokal. Mahasiswa KKN Kelompok 50 dibagi menjadi 4 kelompok dan memiliki tugas masing berbeda setiap kelompoknya, dimana nantinya akan me-review street food siang, malam, serta rebranding UMKM lokal yaitu produk kancing shanghai dan olahan minuman dari bunga telang.

Review Street Food Siang dan Malam

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (10/7/2025), dengan menyasar sejumlah titik strategis yang menjadi sentra street food di Kelurahan Kedungdoro. Kegiatan ini dilakukan dalam dua sesi, yakni pada siang dan malam hari, untuk menangkap dinamika serta keunikan kuliner yang tersaji sepanjang waktu di wilayah tersebut. Kegiatan ini seperti mendatangi pedagang kaki lima, warung makan, dan gerai makanan khas yang tersebar di sepanjang jalan utama hingga gang permukiman.

Review dilakukan dengan pendekatan observasi langsung dan wawancara ringan dengan pelaku UMKM untuk mengetahui jenis usaha, menu andalan, harga jual, dan tantangan yang dihadapi. Beberapa pelaku usaha juga dimintai izin untuk dilakukan dokumentasi visual berupa foto dan video, yang kemudian dipublikasikan dalam bentuk konten media sosial sebagai bagian dari strategi promosi digital. Materi dokumentasi tersebut kemudian direncanakan untuk dipublikasikan melalui media sosial sebagai upaya memperkenalkan potensi kuliner Kedungdoro kepada khalayak yang lebih luas.

Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Kelurahan Kedungdoro memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam. Mulai dari makanan berat seperti nasi campur, soto, dan bakso, hingga jajanan pasar tradisional, minuman herbal, serta camilan kekinian yang digemari kalangan muda. Pada malam hari, geliat usaha kuliner semakin terasa hidup.

Lampu-lampu warung dan aroma makanan yang menggoda menandai aktivitas ekonomi warga yang tetap bergairah hingga larut. Hal ini menegaskan bahwa street food malam di Kedungdoro tidak hanya menjadi tempat berburu makanan lezat, tetapi juga menjadi denyut nadi ekonomi mikro yang menopang kesejahteraan warga setempat.

Rebranding UMKM Produk “Kancing Shanghai”

Pada hari Kamis dan Jumat, 10–11 Juli 2025, kelompok selanjutnya memiliki tugas untuk me-rebranding salah satu UMKM lokal bernama “Sheilla Collection”. UMKM ini bergerak di bidang produksi kancing baju dengan berbagai motif dan ukuran yang khas, yang umumnya digunakan untuk pakaian bergaya oriental seperti baju Imlek, cheongsam, serta kreasi fesyen lainnya yang mengusung unsur budaya Tionghoa dan desain etnik modern.

Kegiatan rebranding ini bertujuan untuk memperkuat identitas merek Kancing Shanghai agar lebih dikenal di pasar yang lebih luas. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi penyusunan ulang identitas visual seperti desain logo dan label produk, pembuatan kemasan yang lebih menarik dan rapi, serta pelatihan dasar pengemasan agar produk terlihat lebih profesional dan siap bersaing di pasar ritel maupun online.

Selain aspek visual, mahasiswa juga memberikan bimbingan dalam hal pemasaran digital, termasuk pembuatan konten promosi di media sosial, strategi branding, dan pemanfaatan platform seperti Instagram dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan pendekatan ini, diharapkan Kancing Shanghai tidak hanya dikenal sebagai produsen kancing fungsional, tetapi juga sebagai pelopor produk kancing etnik yang bernilai estetika tinggi dan cocok untuk kebutuhan fesyen kreatif masa kini.

Melalui rebranding ini, Kancing Shanghai diharapkan dapat meningkatkan daya saing, menarik perhatian konsumen dari kalangan desainer maupun pelaku UMKM fesyen, serta memperkuat eksistensinya sebagai pelaku usaha lokal yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Kegiatan rebranding ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar lebih relevan dengan tren pasar saat ini, serta membantu pelaku usaha kecil menengah naik kelas melalui pendekatan kreatif, edukatif, dan berkelanjutan. Harapannya, Kancing Shanghai dapat berkembang menjadi merek lokal yang tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas dengan identitas yang kuat dan profesional.

Rebranding UMKM “Anugerah” – Olahan Bunga Telang

Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah rebranding terhadap UMKM Anugerah, sebuah usaha rumah tangga yang berlokasi di RT 07 RW 02, Kelurahan Kedungdoro. UMKM ini mengolah bunga telang menjadi minuman herbal yang segar, sehat, dan kaya manfaat. Bunga telang dikenal sebagai tanaman yang memiliki berbagai khasiat, seperti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memiliki kandungan antioksidan alami. Warna birunya yang khas juga menjadikan minuman ini menarik secara visual dan memiliki nilai estetika tinggi.

Kegiatan rebranding dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Jumat dan Sabtu, 11–12 Juli 2025, dengan fokus utama pada pendampingan branding produk serta edukasi dasar mengenai pemasaran digital. Meski memiliki potensi yang besar dalam pengembangan produk berbasis herbal alami, UMKM Anugerah masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya dalam hal tampilan visual produk, kemasan, dan strategi promosi yang efektif.

Sebagai bentuk dukungan, tim KKN membantu merancang ulang identitas visual produk melalui pembuatan logo baru yang lebih menarik dan merepresentasikan nilai alami serta kesehatan dari produk. Desain label produk juga diperbarui, dilengkapi dengan informasi nilai gizi, cara penyajian, manfaat kesehatan bunga telang, dan tanggal kedaluwarsa, agar produk tampak lebih profesional dan siap dipasarkan ke konsumen yang lebih luas.

Selain itu, tim juga menyusun katalog digital sederhana yang memuat berbagai varian produk serta informasi harga, yang dapat digunakan sebagai alat promosi di media sosial maupun marketplace. Untuk mendukung kebutuhan visual promosi, dilakukan pula sesi pemotretan produk dengan latar yang menarik dan estetik, sehingga dapat menarik minat calon konsumen secara visual di platform digital.

Dengan pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan UMKM Anugerah mampu meningkatkan daya saing produk herbal lokal, menjangkau pasar yang lebih luas, dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha rumahan lainnya di Kelurahan Kedungdoro untuk terus berinovasi dan berkembang.

Img 202507200 143642955 1
Sumber : dokumentasi mahasiswa kelompok 50

Respon Warga

Pada kegiatan Review Street Food Siang dan Malam serta rebranding UMKM lokal, warga mengapresiasi perhatian yang diberikan terhadap potensi kuliner dan UMKM lokal. Banyak pedagang kaki lima merasa senang karena usaha mereka mendapatkan sorotan dan dokumentasi, yang kemudian dipublikasikan dalam bentuk konten media sosial. “Kami merasa dihargai. Selama ini usaha kami berjalan begitu saja, tapi dengan adanya dokumentasi dan promosi ini, kami jadi lebih percaya diri dan semangat,” ujar pedagang minuman jus ima yang ada di kawasan Jalan Kedungdoro.

Sementara itu, dalam kegiatan rebranding terhadap UMKM Sheilla Collection yang memproduksi Kancing Shanghai, pemilik usaha menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan. Mereka mengaku baru pertama kali mendapatkan bantuan dalam hal visual branding dan strategi pemasaran.

“Kancing buatan kami sebenarnya punya banyak peminat, tapi tampilannya masih biasa saja. Setelah dibuatkan logo dan label yang lebih menarik, kami jadi lebih optimis untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” kata pemilik Sheilla Collection. Warga sekitar juga melihat kegiatan ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan UMKM lokal agar tidak kalah bersaing dengan produk luar.

Reaksi positif juga datang dari UMKM Anugerah yang berada di RT 07 RW 02, yang dibantu dalam rebranding produk minuman herbal berbahan dasar bunga telang. Proses pendampingan mulai dari desain label, katalog digital, hingga pelatihan pemasaran online mendapat respon antusias dari pemilik usaha.

“Kami merasa terbantu sekali. Selama ini kami produksi dan jual seadanya. Dimana awalnya UMKM kami ini tidak memiliki nama brand sendiri,namun dengan dibuatkan nama brand seperti “TELARA” sangat membantu kami. Setelah dibantu membuat desain kemasan dan belajar promosi di media sosial, kami jadi tahu cara menarik perhatian pembeli,” ungkap pelaku UMKM Anugerah.

Secara umum, warga menilai kegiatan ini tidak hanya membawa semangat baru bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pengembangan ekonomi lokal. Kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa dan warga membuka ruang diskusi, berbagi ide, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam pengelolaan usaha kecil. Banyak warga berharap agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan atau dikembangkan secara berkelanjutan kedepannya.

Penulis: Ryfta Muflihatul Alfiah, Triesta Savana Putri, Diva Ayu Pratiwi Firdaus, Aisyah Arialma, Laura Faradina Wally

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578