Sosialisasi Branding & Marketing UMKM + Bedah Menu Spesial Sukses Dongkrak Semangat Wirausaha Lokal
SURABAYA, GELORAJATIM.COM – Semangat kewirausahaan menggelora di Kelurahan Bulak, Kota Surabaya, Jumat (11/7/2025). Sebanyak 25 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor, mulai dari kuliner hingga minuman, berkumpul untuk mengikuti kegiatan “Sosialisasi Branding & Marketing UMKM + Bedah Menu Spesial” yang digelar dengan antusias tinggi.
Acara yang berlangsung seharian penuh ini menghadirkan narasumber berpengalaman, Ibu Dian Pangestuti, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan owner sukses dari UMKM “Pizza Orlando”. Dengan pengalaman praktis dan latar belakang akademis yang kuat, Ibu Dian berbagi strategi jitu untuk mengembangkan bisnis UMKM di era digital.
Transformasi Mindset Pengusaha
“Mindset adalah kunci utama kesuksesan UMKM,” tegas Ibu Dian dalam paparannya. Beliau menekankan tujuh pilar mindset pengusaha yang wajib dimiliki setiap pelaku UMKM, yaitu berorientasi tindakan, berpikir simpel, selalu mencari peluang baru, disiplin tinggi, mampu mengambil peluang terbaik, fokus pada eksekusi, dan memfokuskan energi bersama.
Para peserta yang hadir tampak antusias mencatat setiap poin penting yang disampaikan. Salah satu peserta, Pak Surya, pemilik warung makan tradisional, mengaku mendapat pencerahan baru. “Selama ini saya hanya fokus masak enak, ternyata ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan untuk berkembang,” ungkapnya.
Marketing Mix 7P: Formula Sukses UMKM
Materi inti yang menjadi sorotan utama adalah konsep Marketing Mix 7P yang terdiri dari Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence. Ibu Dian menjelaskan secara detail bagaimana setiap elemen ini dapat dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing UMKM.
“Produk bukan hanya soal rasa atau kualitas, tapi juga tentang bagaimana produk tersebut dapat membentuk identitas usaha,” jelas Ibu Dian sambil memberikan contoh konkret dari pengalaman Pizza Orlando. Beliau juga menguraikan lima tingkatan produk mulai dari core product hingga potential product yang dapat dikembangkan oleh para pelaku UMKM.
Dalam sesi diskusi yang interaktif, para peserta aktif bertanya tentang strategi penetapan harga yang tepat. Ibu Dian menjelaskan tiga pendekatan utama: harga berbasis biaya, harga berbasis nilai, dan harga berbasis kompetisi. “Yang penting adalah memahami posisi produk kita di pasar dan nilai yang kita berikan kepada konsumen,” tambahnya.
Strategi Promosi Era Digital
Bagian yang paling menarik perhatian adalah pembahasan tentang strategi promosi di era digital. Ibu Dian berbagi tips praktis tentang penggunaan media sosial, pembuatan konten menarik, dan pentingnya membangun hubungan baik dengan pelanggan.
“Promosi bukan hanya tentang jualan, tapi tentang membangun komunikasi yang efektif dengan konsumen,” ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya physical evidence seperti kemasan produk, logo, dan tampilan yang menarik untuk memperkuat branding.
Bedah Menu Spesial: Inovasi Tanpa Batas
Sesi bedah menu spesial menjadi momen yang paling dinanti. Para peserta diminta untuk mempresentasikan produk unggulan mereka, kemudian mendapat masukan konstruktif dari narasumber dan peserta lain. Suasana menjadi sangat hidup dengan berbagai ide kreatif yang bermunculan.
Ibu Sari, pemilik kedai minuman tradisional, mendapat saran untuk mengembangkan varian rasa baru dan kemasan yang lebih menarik. “Saya jadi punya banyak ide untuk mengembangkan es dawet saya,” katanya dengan semangat.
Komitmen Bersama Memajukan UMKM
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus saling mendukung dalam mengembangkan UMKM di Kelurahan Bulak. Para peserta sepakat untuk membentuk komunitas UMKM yang dapat saling berbagi pengalaman dan membantu promosi bersama.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk membuka wawasan kami. Semoga bisa dilanjutkan secara rutin,” harap Ibu Ningsih, salah satu peserta yang menjalankan usaha kue rumahan.
Dengan berbekal ilmu dan strategi baru yang diperoleh dari kegiatan ini, para pelaku UMKM di Kelurahan Bulak optimis dapat meningkatkan kualitas dan daya saing usaha mereka. Semangat kewirausahaan yang terbangun diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang lebih kuat.
Penulis: Salsabilah Suryaning Tias
















