GELORAJATIM.COM — Di tengah transformasi digital yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, personal branding menjadi salah satu kompetensi esensial yang perlu dimiliki oleh individu yang ingin membangun pengaruh, memperluas jaringan, serta meningkatkan peluang karier dan bisnis secara berkelanjutan. Siswa SMA di era sekarang dinilai telah siap, bahkan sudah cukup banyak yang terjun ke dunia industri digital.
Melalui workshop bertajuk “Membangun Personal Branding yang Relevan di Era Digital”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 26–28 Mei 2025. Workshop ini merupakan bagian dari program Kuliah Peduli Negeri (KPN) yang digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Kampus Pejaten, dengan anggota: Abi Bintang, Patricia Della, dan Revelino, di bawah bimbingan Dr. Santa Lorita Simamora.
Dalam materi bertema “Personal Branding di Era Digital” yang disusun oleh Kelompok 2 dari program KPN, dijelaskan bahwa personal branding merupakan proses strategis membentuk persepsi publik terhadap citra diri seseorang melalui keunikan, nilai, dan reputasi yang konsisten.
“Personal branding bukan sekadar soal popularitas, tetapi bagaimana seseorang menunjukkan otentisitas, nilai tambah, serta kredibilitas secara berkelanjutan, baik di ranah online maupun offline,” jelas Abi Bintang selaku Ketua Pelaksana.
Ada enam elemen utama yang menjadi fondasi dalam membangun personal branding yang efektif dan profesional, yaitu: autentisitas, diferensiasi, konsistensi, kredibilitas, visibilitas, dan storytelling.
Dalam konteks profesional, personal branding tidak hanya berdampak pada persepsi publik, namun juga meningkatkan daya tawar dalam industri. Individu yang memiliki citra personal yang kuat dan positif cenderung lebih dipercaya, lebih mudah menjalin relasi, serta lebih terbuka terhadap berbagai peluang kolaborasi dan karier.
“Sudah cukup banyak siswa yang telah memahami konsep personal branding, dengan adanya kegiatan kami ini diharapkan dapat membuat para siswa jadi lebih terarah lagi,” tambah Abi Bintang.
Sebagai bagian dari gerakan edukatif, kelompok KPN juga mendorong generasi muda untuk melakukan refleksi diri dan mengembangkan narasi personal branding melalui berbagai media, termasuk LinkedIn, website pribadi, video singkat, hingga konten sosial yang edukatif dan autentik.
Dengan demikian, personal branding di era digital tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga aset strategis yang menentukan posisi, reputasi, dan masa depan seseorang di tengah persaingan global yang semakin kompleks. (Vieto)
















